Bangsa

Hasyim Muzadi, Habieb Rizieq Kunjungi ‘Kerajaan Priuk’

JAKARTA (matabangsa): Tokoh Nahdatul Ulama, KH Hasyim Muzadi dan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq mengunjungi makam Mbah Priok, Kamis (15/4) sekira pukul 11.00.

Mereka berjalan kaki ke makam yang tertutup puing-puing kendaraan dibakar massa. Keduanya tak berkomentar apa pun mengenai kerusuhan kemarin.

Dengan pengawalan ketat, media dan warga dilarang mendekati kedua tokoh ini. Keduanya pun langsung masuk ke dalam kompleks makam. Sementara wartawan dilarang masuk.

Kedatangan Hasyim dan Rizieq disambut meriah warga berada di dalam komplek makam. Situasi Priok memanas ketika 2000 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diturunkan untuk menggusur komplek pemakanan Mbah Priok. Warga setempat berusaha mempertahankan situs yang dianggap sebagai asal-muasal Tanjung Priok

Akibatnya, tiga anggota Satuan Polisi Pamong Praja meninggal dunia. Yakni, W Soepeno, Ahmad Tajudin, dan Israel Jaya.

Menurut Asa Benyanto, staf bidang informasi publik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, korban bernama Israel Jaya, beralamat di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi. “Dia (Israel) meninggal tadi pagi pukul 07.00, setelah sebelumnya dirawat di RS Tarakan” kata Asa, Kamis (15/4).

Korban tewas dalam bentrokan di Tanjung Priok akhirnya ditemukan setelah petugas menyisir seluruh kawasan terminal peti kemas hingga petang kemarin. “Korban berasal dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja,” ujar Bobby, petugas keamanan Terminal Peti Kemas Koja.

Bobby menerangkan, korban bernama W. Soepono. Jenazahnya baru ditemukan oleh petugas sekitar pukul 18.30 WIB, dan langsung dilaporkan ke kepolisian untuk dievakuasi.

Jasad Soepono, letaknya sekitar 50 meter dari gerbang terminal peti kemas. Tubuh yang tergeletak itu tampak terluka di bagian perut sebelah kanan. Di bagian muka Soepono juga terlihat luka lebam dan mengeluarkan darah.

Pada saat hampir bersamaan, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Wahyono memastikan tidak ada korban tewas dalam bentrokan terjadi di sekitar makam Mbah Priok itu. “Tidak ada yang meninggal. Saya pastikan itu,” kata Wahyono setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di ruang kerja Wali Kota Jakarta Utara.

Satu lagi Ahmad Tajudin, anggota Satpol PP. Korban terakhir ini diketahui belakangan.

Malam harinya, Polda Metro Jaya mengatakan sedikitnya tercatat 134 orang terluka akibat bentrokan tersebut. Para korban adalah 69 anggota Satuan Polisi Pamong Praja, 55 warga setempat, dan 10 polisi. “Dua di antaranya luka berat,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Boy Rafli Amar.

Kerugian material di antaranya 6 bus, 4 truk, dan sebuah meriam air milik polisi dirusak dan dibakar massa. Empat truk Satpol PP mengalami nasib serupa. “Kerugian total masih belum dihitung,” ujar Boy.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top