Ekonomi

Proyek Donggi-Senoro Belum Putus Pekan Ini

WAKIL Presiden Boediono, Senin (10/5), menerima paparan akhir tentang pasokan dan kebutuhan gas terkait pengembangan  Blok Donggi-Senoro di Sulawesi Tengah.
Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat di Jakarta mengatakan, paparan akhir dihadiri Menteri Kooordinator Perekonomian dan  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Istana Wapres. “Acaranya internal,” ujarnya.

Pemaparan data dan fakta aktual seputar kebutuhan dan pasokan gas tersbeut akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah  tentang operasional pengembangan Blok Donggi-Senoro tersebut.

Tentang kemungkinan Wapres akan langsung memutuskan Donggi-Senoro usai pemaparan, Yopie mengatakan, masih tahap mengumpulkan banyak data dari pihak lainnya, seperti PLN dan Pertamina, serta calon pengguna gas dari dalam negeri  lainnya.

Sebelumnya, DPR mengingatkan nasib proyek Donggi-Senoro yang terkatung-katung bisa memicu titik balik iklim investasi  sektor migas nasional ke arah negatif.

Anggota Komisi VII DPR M. Romahurmuziy mengatakan Indonesia berpotensi kehilangan peluang emas untuk meningkatkan  investasi di sektor minyak dan gas bumi, setelah calon pembeli Jepang dan Korea Selatan berniat mundur dalam proyek gas  alam cair (liquefied natural gas/LNG) Donggi- Senoro.

Calon pembeli LNG Donggi-Senoro memberi waktu PT Donggi-Senoro LNG hingga Juni 2010 untuk menetapkan keputusan akhir  investasi proyek. Sementara itu, Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan, soal Lapangan Gas Donggi-Senoro di Sulawesi Tengah,  dipastikan tidak akan diputuskan pekan ini.

“Saya pastikan tidak pekan ini, akan tetapi tidak akan terlalu lama. Itu masih akan dijadwalkan lagi,” katanya kepada  wartawan usai mengikuti rapat internal tersebut.

Masalah Donggi-Senoro sejauh ini masih akan dibahas lagi. “Donggi-Senoro harus dilihat dalam konteks yang lebih besar  lagi, yaitu kebijakan gas secara nasional di mana kebijakan gas harus berpihak bagi dalam negeri. Itulah yang pokok,”  ujarnya.

Menurut Kuntoro, yang paling penting adalah bagaimana kebijakan gas nasional itu berkenaan dengan supply dan demand,  infrastruktur dan harga. Dari situ barulah persoalan Donggi-Senoro diletakkan pada konteks itu.

Mengenai tanggapan Wapres Boediono dalam rapat tersebut, Kuntoro menjawab, “Tidak ekplisit seperti itu, akan tetapi  masalah ini adalah masalah yang harus disiapkan oleh Menteri ESDM.”

Sementara mengenai harga gas yang akan ditetapkan bilamana produksi gas diutamakan untuk domestik, Kuntoro mengaku  masalah harga tidak dibicarakan dalam pertemuan itu.

Peran UKP4 dalam rapat internal tersebut, menurutnya, hanya mendengarkan dan mencatat serta memberikan kajian-kajian  saja serta memahami apa yang disampaikan Menteri ESDM untuk kemudian diolah dan dilaporkan kepada Presiden segera.

Sebelumnya, DPR mengingatkan nasib proyek Donggi-Senoro yang terkatung-katung bisa memicu titik balik iklim investasi  sektor migas nasional ke arah negatif.(ds)

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top