Ekonomi

2010, Target Produksi CPO 20 Juta Ton

{xtypo_dropcap}T{/xtypo_dropcap}ARGET produksi crude palm oil 2020 diprediksi mencapai 40 juta ton, tidak melalui perluasan lahan melainkan peningkatan produktivitas benih sawit unggul.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamukti mengatakan, tahun 2010 ini produksi CPO Indonesia sekitar 20 juta ton, dan ke depan dalam sepuluh tahun mendatang, kualitas dan produktivitas benih sawit unggul, produksi CPO diharapkan mencapai 40 juta ton.

Jadi peningkatan produksi CPO dua kali lipatnya itu tidak melalui perluasan lahan secara besar-besaran, melainkan melalui peningkatan produktivitas benih sawit saat ini sudah waktunya melakukan peremajaan kebun, katanya di Gedung Kementan RI di Jakarta, Rabu 19 Mei 2010.

Menurut dia, peremajaan kebun sawit diperkirakan mencakup lahan seluas 250 ribu hingga 300 ribu hektare per tahun, dan peremajaan itu tentu membutuhkan benih sangat banyak dan dengan kualitas lebih baik.

Sementara itu pada kesempatan sama Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Achmad Mangga Barani mengatakan, pengembangan industri CPO ke depan akan difokuskan pada upaya intensifikasi lahan yang ada dan mengurangi perluasan areal kebun sawit.

Baca Juga :   2010, 7 Juta Turis Wisatawan Mancanegara

Perluasan areal memang tetap diperlukan, namun untuk mencapai target 40 juta ton CPO pada tahun 2020, pemerintah akan mengupayakannya melalui peningkatan intensifikasi, bukan melalui perluasan kebun atau ekstensifikasi, katanya.

Pada tahun 2020, katanya, produksi CPO mencapai 40 juta ton, maka luas areal perkebunannya mencapai 9,127 jutahektare, dengan produktivitas lahan sebanyak 4,5 ton perhektare.

Tahun 2010 ini, katanya, luas lahan sawit diperkirakan mencapai 8,127 juta hektare dengan produksi CPO sebanyak 23,199 juta ton, artinya produktivitas tanaman sawit mencapai 3,717 ton per hektare.

Pada kesempatan sama Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengingatkan pemerintah tetap melindungi dan memberikan dukungan kepada sektor persawitan mengingat potensi pasarnya sangat besar.

Berdasarkan perhitungan, kata dia, permintaan CPO masih akan tetap melaju lebih cepat ketimbang produksi, sehingga pasar tetap ada dan harga jual masih akan tetap tinggi. Dikemukakannya, selisih permintaan dan produksi mencapai 500 ribu ton hingga 1 juta ton per tahun, dengan permintaan per tahun antara lima juta ton hingga 5,5 juta ton.

Baca Juga :   2010, 7 Juta Turis Wisatawan Mancanegara

Pemerintah sendiri menargetkan produksi CPO tahun 2010 mencapai 23 juta ton atau meningkat dari produksi tahun 2009 sebanyak 21,5 juta ton.(ds)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top