Kesehatan

Penempatan Dokter Spesialis Anak Tidak Merata

MENTERI Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, penyebaran dokter spesialis di Indonesia belum merata, khususnya dokter spesialis anak (pediatrik) dan kandungan (obstetri), terutama di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

Karena itu, menurut Endang Rahayu di sela-sela seminar kesehatan jiwa di Balai Kartini Jakarta, Senin (24/5), Kementerian Kesehatan RI akan mulai mengatur pendistribusian dokter spesialisitu dalam rangka mencapai target Millenium Development Goals (MDGS), yaitu penurunan angka kematian ibu dan anak pada tahun 2015.

Jumlah dokter spesialis anak dan kandungan distribusinya belum mencukupi, dan belum sampai ke pelosok. Kondisi ini menyebabkan angka kematian ibu dan anak masih tinggi di Indonesia karena belum semua persalinan ditolong tenaga kesehatan terlatih, kata Menkes.

Dikemukakan, untuk mengatur penyebaran dan pendistribusian dokter spesialis itu, pihaknya akan melakukan pemetaan (mapping) daerah mana saja tenaga dokter spesialisnya belum mencukupi, sehingga nantinya rumah sakit (RS) terdekat memilki kelebihan tenaga dokter spesialis obstetri dan pediatrik dapat ditempatkan kedaerah yang tenaga spesiliasnya belum mencukupi.

Selain itu, katanya, Kemenkes RI juga akan mengupayakan pelatihan plus bagi dokter umum di daerah, sehingga mereka dapat menangani masalah obstetri dan pediatrik. Jika cara tersebut tidak bisa digunakan, katanya, Kemenkes akan melihat dari jumlah pesertadidik dokter spesialis yang ada di daerah sehingga dapat dibagi kewilayah lain dan jumlah tenaga kesehatannya belum mencukupi.

Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kemenkes RI akan memperhatikan persoalan ini dengan serius. Dokter akan mendapatkan pelatihan khusus diupayakan dokter menetap, tenaga didik dan dokter mutasi akan tergantung dari jumlah penduduk dan luas wilayahnya, katanya.

Menurut Menkes, saat ini pihaknya menerima banyak permintaan dokter spesialis dari pemerintah daerah jumlahnya semakin sedikit karena adanya otonomi daerah, meskipun Kemenkes akan menghitunglebih dulu kebutuhan yang ada, baru kemudian menentukan pelatihan dan persiapan modulnya.(dep/ds)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top