Hukum

Kejagung Lakukan PK Kasus Bibit-Chandra

JAKSA Agung Hendarman Supanji menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sementara Kejaksaan Agung memutuskan peninjauan kembali luar biasa atas kasus Bibit-Chandra.

Jaksa Agung Hendarman Supanji sebelumnya mengatakan lembaganya akan segera bersikap terhadap putusan Pengadilan Tinggi yang meminta agar perkara Bibit-Chandra diteruskan ke pengadilan, di Istana Negara, Rabu (10/6).

Sebelumnya Presiden pernah memberikan arahan saat Kejaksaan Agung mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan, SKPP.

Menjelang bertemu Presiden, Jaksa Agung menyatakan kepada wartawan bahwa lembaganya sudah akan memutuskan satu opsi, namun dia baru akan mengumumkan setelah pertemuan dengan presiden.

”Solusi dan opsi lain yang lebih baik adalah, pihak kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus ini ke pengadilan dengan tetap mempertimbangkan asas keadilan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pernyataannya saat itu di Istana Merdeka pada akhir November tahun lalu .

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu didasarkan atas rekomendasi tim delapan yang mengkaji proses penanganan kasus Bibit-Chandra.

Dalam kesimpulannya saat itu Tim Delapan menyatakan fakta dan proses hukum yang dimiliki Kepolisian Indonesia tidak cukup untuk kelanjutan proses hukum terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Chandra dan Bibit sebelumnya dikenai dakwaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan antara lain dalam kasus pencekalan tersangka korupsi Anggoro Widjojo yang lari ke Singapura. Anggoro diduga terlibat korupsi dalam pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan yang melibatkan PT Masaro miliknya.(asr)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top