Opini

Penegakan Hukum Dan Aturan Dalam Lingkungan PBB

Penulisan ini bertujuan memberi gambaran mengenai bagaimana melaksanakan penegakan hukum dan aturan di suatu lingkungan United Nation. Dapat  juga dikatakan sebagai hal-hal yang menurut penulis berguna dan cukup penting diangkat dengan harapan tentunya dapat berguna bagi pembaca.

Berpedoman utama kepada Tupok (Tugas Pokok) diberikan Negara dan Bangsa Indonesia melalui Pemerintah DHI Dephan/Mabes TNI, penulisan ini juga merupakan tambahan pemikiran selama menjalankan penugasan selama di lingkungan Persatuan Bangsa-Bangsa khususnya di UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon).

Kegiatan penegakan hukum sesungguhnya sudah melekat dan masuk ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Lihat saja sebagai contoh, hasil rapat rukun tetangga di lingkungan tempat tinggal kita. Aturan dilarang membuang sampah sembarangan di saluran air/got di depan rumah, karena akan menyumbat aliran air bila hujan datang, menimbulkan bau busuk, mengundang lalat dan mungkin berbagai penyakit serta tentunya merusak pandangan mata.

Aturan terbaru hasil keputusan rapat rukun tetangga tersebut selalu di ingatkan petugas rukun tetangga. Selanjutnya semua warga, wajib mematuhi aturan tersebut, tentunya demi untuk menjaga kebersihan lingkungan bersama seluruh warga masyarakat dan menjaga kesehatan masyarakat. Namun tetap saja ada yang lupa atau tidak sepenuhnya mampu melaksanakan aturan tersebut.

Dengan kesabaran dan bahkan mungkin kadang perlu ada peringatan atau punishment, sehingga masyarakat taat mematuhi hukum dan aturan yang sudah disepakati bersama tersebut, dan tidak dilanggar lagi dikemudian hari. Namun bila pelanggaran terus terjadi maka niat baik dari kesepakatan bersama warga tinggal slogan, tanpa arti, dan semua orang akan menanggung semua akibat konsekuensinya yaitu penumpukan sampah di saluran air/got dengan segala konsekuensinya.

Penegakan hukum dan aturan tidak hanya berlaku kepada contoh sederhana kepada aturan dari rukun tetangga dengan penumpukan sampahnya, namun lebih dari itu, dalam lingkup yang lebih besar, adalah sebuah pelajaran yang dapat diambil dari hampir runtuhnya perekonomian negara Yunani pada 2010.

Hal tersebut ditimbulkan karena ketidakpatuhan warganya kepada penegakan hukum dan aturan yang berlaku dikeluarkan Pemerintahnya. Berita terakhir dari negara tersebut yang dilangsir, saat ini negeri berasalnya Dewa Zeus ayah dari tokoh Hercules tersebut saat ini sedang alami krisis devisa. Hal tersebut dikarena sebagian besar masyarakat tidak mematuhi aturan bayar pajak dikeluarkan pemerintahnya.

Sehingga mudah ditebak, devisa negara dari pajak masyarakat berkurang, karena masyarakat menolak membayar pajak pribadinya. Mengapa rakyat Yunani tidak mau membayar pajak kepada pemerintahnya?.  Karena pegawai pajak yang dengan leluasa memakan/ korupsi pajak rakyatnya. Pemerintah yang tidak tegas mengambil langkah selanjutnya terutama ketegasan penegakan hukuman dan hal tersebut membentuk opini publik untuk lebih baik tidak membayar pajak.

Terbentuk pendapat publik menolak bayar pajak karena toh..masuk kantong pribadi pegawai pajak pemerintah yang korup. Dampak berantai akibat tidak bayar pajak bergulir dan mempengaruhi sektor-sektor lain. Yakni, pembayaran gaji pegawai negeri berkurang atau terlambat, perawatan jalan berkurang, pegawai trasnportasi bus umum terimbas juga karena selalu terlambat karena gaji dari pemerintah tidak menentu, dan seterusnya.

Penegakan hukum di lingkungan United Nations sebuah pengalaman pribadi.

Menjelang satu tahun berkecimpung total di lingkungan United Nations mengurus penegakan hukum dan aturan adalah cukup menarik dan penuh tantangan. Saat ini ada lebih kurang 29 negara dunia berpartsipasi dalam menjaga perdamaian di Lebanon.

Pasukan ini terbentang sepanjang garis perbatasan antara negara Lebanon bagian selatan dengan negara Israel, bekerja selama 24 sehari dan 7 hari seminggu. Tentara adalah manusia dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Pelanggaran mungkin saja terjadi mungkin sebagai akibat kelalaian selama mereka melaksanakan tugas sebagai Peace Keepers. Berperan sebagai International Military Police Unit cukup banyak hal yang menarik untuk diceritakan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian sebelum melaksanakan tugas mulia tersebut, di antaranya adalah pemahaman “Diversty is Beautiful”, Impartiality, Fairplay dan pertanyaan :”Apakah bahasa Inggris  diperlukan untuk bekerja di lingkungan United Nations?

Yang pertama adalah arti “Diversity is Beautiful”, dalam bahasa Indonesia serupa dengan: perbedaan adalah keindahan. Juga mengandung makna perbedaan berpendapat menunjukkan dihargai kebebasan seseorang mengekspresikan idenya, tentunya perbedaan ide sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Perbedaan tersebut hendaknya berguna untuk memberikan objektivitas untuk mencapai mufakat mencapai keputusan guna mencapai kepentingan bersama. Dalam pergaulan dengan bangsa lain bahasa yang tidak kita mengerti, ekspresi wajah, bahasa tubuh cukup berperan sebagai mediator. Bila seorang mengerti suatu perbedaan adalah suatu keindahan, anugerah Ilahi yang patut kita nikmati dan syukuri atas keindahan ciptaannya, maka bergaul dengan bangsa manapun akan nampak lebih mudah.

Ungkapan dengan senyum dan tangan terbuka, mengamati dengan seksama sebagai cara memberikan perhatian dapat sebagai awal baik untuk pergaulan. Perlu diingat, sebaliknya ekspresi wajah dan bahasa tubuh seseorang yang tidak suka, atau enggan bersahabat akan nampak. Terlebih bagi orang yang memiliki kepercayaan diri yang terlalu berlebihan merasa paling benar atau hebat sendiri.

Pemikiran seperti ini hendaknya perlu diluruskan, saat berperan sebagai duta bangsa melalui Peace Keepers-nya. Pemahaman “Perbedaaan adalah suatu keindahan, akan memudahkan menjalankan komunikasi dan persahabatan denga siapapun, dan pada saat tertentu akan sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai Peace Keepers yang beroperasi di daerah konflik bersenjata.

TNI dengan ideologi Pancasila sangat tepat, benar dan cocok sekali  mendukung semua tugas-tugas perdamaian di medan laga internasional. Tampil penuh kebanggaan sebagai bangsa yang besar, tanpa harus menunjukkan kesombongan diri dan lebih menampilkan kerendahan hati, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi dan mudah bersosialisasi akan memberikan kontribusi yang besar dan menentukan dalam setiap event internasioal.

Hal kedua perlu diperhatikan adalah “Impartiality”.  Dalam kamus bahasa inggris, dan wikipedia banyak pengertian. Dalam bahasa Indonesia mengandung pengertian impartiality adalah memegang teguh prinsip menegakkan keadilan berdasarkan kriteria objektif, hindari satu pandangan yang memberi keuntungan pihak tertentu saja. Impartiality berarti tidak berpihak pada pihak manapun, namun teguh memiliki tujuan tertentu. Bersikap Impartiality memerlukan pengawasan secara berkala untuk kontrol diri dan lebih memahami tugas yang di emban.

Terkadang kepercayaan kepada satu agama yang kuat, atau pemahaman yang kurang dan salah terhadap sesuatu nilai ideologi dapat  mempengaruhi  sikap dan pemikiran yang tidak imparsial dan akan cenderung memihak kepada suatu pihak/golongan. Keberpihakan kepada suatu pihak tertentu akan sangat mempengaruhi tugas sebagai Peace Keepers dilingkungan United Nation.

Hal ketiga adalah pengertian “Fair Play”. Kata “Fair’ seringkali didengar pada saat dalam pertandingan dalam suatu kompetisi olah raga.  Bermainlah dengan Fair, hindari bermain olah raga secara curang atau licik untuk mencapai kemenangan. Atau sebagai seorang wasit hendaknya selalu tampil fair, yaitu tidak memihak ke sisi manapun, selalu menampilkan kejujuran dan spontanitas sehingga semua pihak merasa diperlakukan adil, tidak ada yang dirugikan sehingga suatu pertandingan apaun hasilnya dapat diterima dengan senang hati dan kompetisi sehat menuju terbaik dapat terjadi.

Bersikap fairplay dan menunjukan sportivitas kompetisi dalam penegakan hukum hampir serupa dalam lingkungan United Nations. Bertindak dan berlaku fairplay dalam menegakan keadilan merupakan hal penting untuk dapat dilaksanakan. Alangkah buruknya bila kita bersikap tegas dalam menetapkan suatu hukum atau aturan, sedangkan ke lain pihak memberi keringanan dan  kemudahan. Alangkah kejinya perbuatan bila menerapkan penegakan hukum dan aturan dengan mempertimbangkan berat ringannya hukuman berdasarkan rasialisme, perbedaan ideologi, suku atau hal lain yang bersifat subjektif.

Apakah  bahasa Inggris diperlukan untuk bekerja di lingkungan United Nations?”

Komunikasi dalam hidup manusia mutlak diperlukan. Tidak terbayangkan, bila tidak ada saling tukar menukar informasi antara kita. Komunikasi memegang peranan penting dalam setiap pemecahan masalah setiap harinya yang dialami hubungan antar manusia. Termasuk dalam lingkungan pergaulan internasional di United Nations khususnya di UNIFIL.

Amatlah memprihatinkan bila orang yang dikirim dalam suatu misi tingkat dunia tidak membekali diri dengan sekedar kemampuan bercakap yang baik dan cukup atau ucapan bahasa bisa dimengerti bangsa lain yang ditemui. Kemampuan berkomunikasi adalah mutlak diperlukan dan berguna dalam mendukung setiap kegiatan di lapangan penugasan.

Disamping ke empat hal tersebut, perlu pula untuk selalu di ingat bahwa keberadaan kita di UNIFIL adalah situasi misi tugas dalam daerah konflik sehingga situasi keamanan, dan keselamatan personel merupakan hal utama dan vital untuk selalu di jaga.

Sumbangan pemikiran diatas kiranya dapat berguna sebagai setitik bekal dengan harapan bermanfaat dalam penugasan tentara kita di luar negeri umumnya dan khususnya bagi penegakan hukum dan aturan oleh unit Indonesian Military Police – Tentara Nasional Indonesia di ajang internasional (United Nations).

*Penulis adalah Wadan Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL Letkol Laut (KH) Sessa Sugardo M.Eng

 

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top