Medan

Gubsu Minta Kabupaten Kota Dorong Penggunaan Komputer

Matabangsa-Medan: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi mengharapkan pemerintah kabupaten/kota bisa mendorong agar pelaksanaan ujian nasional berbasis  komputer (UNBK) sekolah memengah pertama (SMP) meningkat setiap tahunnya. Selain mengatasi kebocoran, sistem komputerisasi juga mengurangi waktu dan biaya distribusi soal.

“Untuk tingkat SMP ini, kita ada 489 sekolah yang ujiannya menggunakan komputer atau UNBK dengan jumlah siswa sekitar 61 ribu orang,” ujar Gubernur saat meninjau pelaksanaan UNBK hari pertama di SMP Yayasan Pendidikan Harapan Medan, Selasa (2/5) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan Kepala Biro Humas Setdaprov Ilyas Sitorus, Anggota DPRD Medan Muhammad Nasir dan Kepala SMP Harapan Ojak Manurung.

Kesempatan itu Gubernur menyebutkan bahwa di Sumut, sebanyak 3.895 sekolah (SMP) masih menggunakan cara manual untuk Unjian Nasional atau UNKP dengan jumlah total 216 ribu siswa. Karenanya ia berharap jumlah penggunaan komputer atau IT bisa bertambah setiap tahunnya. Sebab dengan sistem tersebut, banyak perubahan yang signifikan terkait kendala yang selama ini dihadapi saat menghadapi ujian serentak se-Indonesia tersebut.

Baca Juga :   Gubsu: Kehadiran Mess Korem Danau Toba Upaya Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

“Biasanya kendala di UN itu selalu kita dengar ada kebocoran soal. Dengan sistem komputerisasi ini, tidak ada lagi yang bocor,” sebutnya.

Selanjutnya kata Gubernur, untuk distribusi soal juga tidak lagi menggunakan cara manual yang secara teknis memakan biaya tinggi serta waktu dan tenaga yang banyak, terutama jika dilihat dari luasnya wilayah Sumut dengan jumlah 33 kabupaten/kota.

“Soalnya tidak perlu dikawal, transportasinya juga tidak perlu karena sudah langsung menggunakan komputer,” sebutnya.

Karenanya lanjut Gubernur, dirinya berharap pemerintah kabupaten/kota terus mendorong sekolah SMP maupun SD menggunakan komputer pada setiap pelaksanaan Ujian Nasional. Apalagi UNBK untuk SMP baru dilaksanakan mulai tahun ini. Sebagaimana dikethahui, tupoksi pembinaan sekolah tingkat SD dan SMP merupakan kewenangan pemkab/pemko.

“Dari tinjauan kita tadi, siswa/siswi yang ada di Kota umumnya sudah terbiasa dengan komputer. Tetapi tentu kita bicara Sumut yang wilayahnya cukup luas. Karenanya pemerintah kabupaten/kota harus terus lakukan sosialisasi. Karena untuk SLTA yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi jumlahnya juga sudah banyak yang melaksanakan UNBK,” katanya.

Baca Juga :   Tokoh Adat Sebut Gubsu Erry dan Keluarga Punya Kedekatan Khusus Dengan Tabagsel

Sementara Kepala Sekolah SMP Yayasan Pendidikan Harapan Medan Ojak Manurung mengatakan bahwa sebanyak 144 orang siswa mengikuti UNBK di sekolah tersebut. Dari jumlah itu, pihaknya menyediakan 80 unit komputer yang dibagi menjadi dua lokal dan dua sesi ujian masing-masing 36 siswa untuk satu ruangan.

“Ujiannya ada dua sesi dengan jumlah 80 unit komputer yang berada di laboratorium. Ada delapan komputer lagi yang disiapkan untuk cadangan,” sebutnya. (dave)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top