Hukum

Lakukan Pemerasan, Pengurus Koperasi TKBM Belawan Dituntut 1,6 Tahun Penjara

MataBangsa – Medan : Tiga pengurus Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Belawan, dituntut selama satu tahun dan enam bulan penjara karena terbukti bersalah melakukan pemerasan dan pengancaman serta tindakpidana pencucian uang dalam proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan.

“Selain tuntutan hukuman penjara kepada ketiganya, yakni Mafrizal, Sabam Parulian Manalu, Frans Sitanggang masing-masing selaku, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Belawan, penuntut umum juga mewajibkan ketiganya untuk membayar denda masing-masing dengan Rp 25 juta subsidair 2 bulan kurungan,” hal ini disampaikan JPU Kejari Belawan Suheri kepada wartawan usai persidangan yang berlangsung diruang Cakra I Pengadilan Negeri Medan, Senin, (6/06/2017).

Dikatakannya, bahwa ketiga memang melakukan kegiatan bongkar muat tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Tak hanya itu ketiganya melakukan pemerasan dan pengancaman serta tindak pidana pencucian uang untuk mengelabui hasil perbuatannya.

Ini tertuang dalam 50 aitem dalam tuntutan jaksa setebal 150 halaman tersebut.

Disebutkan jaksa, akibat perbuatan ketiga terdakwa, korban Aulia Rahman selaku pemilik PBM PT Aulia Abadi dan PBM Usaha Bongkar Muat (UBM) mengalami kerugian sebesar Rp15 miliar. Dengan rinciannya PBM PT Aulia Abadi mengalamai kerugian sebesar Rp10 miliar dan PBM UBM mengalami kerugian sebesar 5 miliar.

Baca Juga :   Terdakwa Narkotika Lindungi Identitas Bos Sabu Asal Malaysia

Menurut JPU, ketiga terdakwa secara bersama-sama sejak Juni 2014 sampai Oktober 2016 lalu, melakukan perbuatan kejahatan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan.

Saat melaksanakan aktifitas bongkar muat mobil, lantaran PT Aulia Abadi diminta oleh para terdakwa untuk membayar panjar sebesar 75 persen dari total biaya bongkar muat dan pihak UBM juga diminta untuk melakukan hal yang sama saat akan melakukan aktifitas di dermaga.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa dari Kejari Belawan tersebut.

Kemudian majelis hakim yang diketuai Japerson Sinaga menunda persidangan hingga pekan depan.(wd-09)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top