Hukum

Nistakan Agama Lewat Facebook, Seorang Pengusaha Diadili

Terdakwa Anthony Hutapea (62) saat mendengarkan dakwaan JPU di Ruang Cakra III PN Medan, Selasa (13/6/2017).

MataBangsa – Medan : Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Anthony Ricardo Hutapea alias Anton alias Antoni (62) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (13/6/20017).

Dalam dakwaan yang dibacakan di Ruang Cakra III PN Medan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah mendakwa Pengusaha CV Makmur itu telah melakukan penistaan agama melalui akun facebook miliknya dengan menggunakan handphone merek Vivo Type Y35 dengan Nomor 0819642213 dari salah satu hotel di Kota Yogyakarta.

“Terdakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan / atau kelempok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) pada tanggal 18 Februari 2017, saat menginap di salah satu Hotel yang terletak di Jalan Malioboro Kota Yogyakarta,” kata Aisyah saat membacakan dakwaan di hadapan Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik SH.

Baca Juga :   Presiden Didesak Segera Tetapkan Status Hukum Register 40

Lanjutnya, sekira pukul 22.00 WIB terdakwa dengan menggunakan hand Phone merek Vivo Type Y35 dengan Nomor 0819642213 membuka akun Facebook Anthony Hutapea milik terdakwa, lalu terdakwa melihat komentar-komentar di group facebook debat islam kristen. Kemudian, terdakwa membaca komentar dari pengguna akun facebook yang bernama Toya. Karena terdakwa merasa tersinggung dengan komentar tersebut, lalu terdakwa memposting kata-kata “hei Toya goblok, kristen itu sudah ada 600 tahun baru lahir si Muhammad, artinya umat Kristen itu sudah punya Tuhan yaitu Tuhan Jesus Kristus sebelum ada wujud Al-quran atau Islam, jadi si Muhammad itu dan kawan-kawannya salah menjiplak Alkitab sesudah ratusan tahun dan asal comot-comot aja ayat-ayatnya dari Alkitab ke Al-Quran, Al-quran itu kitab cacat yang belum semuanya di jiplak dari Bibel ke buru Muhammad mati diracuni istrinya yang masih anak-anak berumur 15 yaitu Aisyah atas suruhan orang tuanya karena tidak tahan melihat si Muhammad Hypersex semua disikat menantu mertua semua di ewek Muhammad” di kolom komentar Facebook dari postingan komentar pengguna akun Facebook atas nama Toya.

Baca Juga :   Tim Ustaz Abdul Somad Desak Polisi Percepat Usut Wedakarna

Dikatakan JPU, kata-kata yang telah di posting oleh terdakwa melalui akun facebook miliknya tersebut telah melecehkan, menodai dan merendahkan agama Islam karena Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber kebenaran dalam ajaran umat Islam dan merupakan sumber hukum bagi umat Islam, disamping itu nabi Muhammad adalah seorang Nabi dan Rasul yang merupakan suri tauladan bagi Umat Islam sehingga kata-kata yang telah di Posting oleh terdakwa dalam akun Facebooknya tersebut dapat menimbulkan kebencian orang atau kelempok orang saat membaca postingan tersebut dan akhirnya bisa mengakibatkan perpecahan antara umat beragama yang dikenal dengan SARA (Suku, Agama, Ras, Adat) di tengah masyarakat yang tidak boleh ditampilkan di Media Elektronik.

Bahkan, lanjut Aisyah, pada 13 April 2017 sekira pukul 09.00 WIB terdakwa mengambil kartu sim yang terpasang di Hand Phone Vivo milik terdakwa tersebut, lalu terdakwa menggunting kartu sim tersebut dan membuangnya, selanjutnya terdakwa membuat laporan kehilangan atas 1 unit hand phone milik terdakwa dengan tujuan untuk menghilangkan bukti.

Baca Juga :   Wali Kota Terima Anugrah Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial dari Presiden

Dijelaskan Aisyah, facebook adalah sosial media tempat berbagi informasi yang bersifat umum dan setiap komentar yang diletakkan dalam bentuk gambar, tulisan, video maupun suara yang diletakan didalam group yang terbuka atau tertutup dapat di kategorikan sebagai menyebarkan informasi. “Terdakwa diancam Pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegasnya.

Disebutkan Aisah, pihaknya akan mengjadirkan saksi ahli agama islam, informasi tekhnologi (IT) dan ormas islam.(wd-09)

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top