Hukum

Terdakwa Penderita Gangguan Jiwa Diperintahkan Jalani Perawatan

Terdakwa Budi Santoso (37) saat menjalani persidangan di Ruang Cakra V PN Medan, Senin (17/7/2017).

MataBangsa –  Medan : Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) agar membawa terdakwa kepemilikan narkotika ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. Ildream di Kecamatan Medan Tuntungan.

“Kamu masih bisa sembuh. Jadi majelis hakim menetapkan agar dibantarkan penahanannya ke rumah sakit jiwa,” kata ketua majelis hakim Aswardi Idris kepada terdakwa Budi Santoso alias Budi Bewok (37) di Ruang Cakra V PN Medan, Senin (17/7/2017). Dalam penetapan, majelis menilai terdakwa tengah mengalami gangguan jiwa.

Bahkan saat disidangkan, Budi Bewok kerap melontarkan perkataan nyeleneh, sehingga mengganggu konsentrasi majelis hakim membacakan penetapan pembantaran.

Di persidangan, Budi didampingi ibu kandung dam putri semata wayangnya yang sengaja hadir. Ternyata Budi Bewok masih ingat keluarganya.”Ini ibu saya namanya Ibu Kartini dan anak saya bang,” ujar pria pendek berkulit hitam ini.

Dari penjelasan JPU Tuti menyebut, memang sengaja menghadirkan Budi Bewok di hadapan majelis hakim untuk berkoordinasi layak atau tidaknya dibantarkan ke rumah sakit jiwa.”Kami menganggap dia (Budi Bewok) hanya pura-pura gila. Soalnya sewaktu tahap dua, dia tidak seperti ini,” kata jaksa Kejati Sumut ini.

Baca Juga :   Rugikan Negara Rp 2 Miliar, Pejabat Taput Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Atas penetapan majelis hakim, jaksa segera mengeluarkan Budi Bewok yang sebelumnya berstatus narapidana di Rutan Klas IA Tanjunggusta untuk segera diobati ke rumah sakit jiwa.

Usai sidang, ibu Budi Bewok, Kartini menangis mengetahui anaknya itu akan dibawa ke rumah sakit jiwa. Ia merasa was-was mengenai kondisi anaknya selama menjalani perawatan. “Kalau dibawa ke rumah sakit jiwa, kan, gak bakalan sembuh anak saya. Saya khawatir di sana nanti siapa yang jaga dia,” kata Kartini.

Saat ini Kartini hanya berdua saja bersama cucunya di rumah mereka yang berada di Jalan Perwira 1, Pulobraya, Medan Timur. Istri Budi Bewok sudah meninggalkan anaknya setelah dua hari melahirkan waktu itu.

“Istrinya sudah pergi, sekarang enggak entah di mana. Dua hari setelah melahirkan cucu saya ini. Jadi sekarang saya yang merawat sejak kecil sendirian di rumah,” ujar Kartini.

Perempuan paruh baya ini mengatakan, Budi Bewok sebelumnya juga pernah mengalami gangguan jiwa. Setelah sembuh, Budi Bewok kembali berulah lagi menggeluti bisnis sabusabu. “Dulu tahun 2012 dia sudah pernah sakit (jiwa). Ya, seperti sekarang ini ngomongnya ngelantur. Kasihan cucu saya jadinya,” katanya. (wd-09)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top