Hukum

Rugikan Negara Rp 2 Miliar, Pejabat Taput Dituntut 1,5 Tahun Penjara

MataBangsa – Medan : Dua terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan patung Yesus di Desa Simorangkir, Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara dituntut masing-masing selama satu tahun dan enam bulan penjara dalam persidangan yang berlangsung diruang Cakra I Pengadilan Tipikor.

Kepada wartawan usai persidangan, Selasa (18/07), JPU Tipikor yang juga Kasi Pidsus Kejari Tarutung, Symon menegaskan bahwa kedua terdakwa telah dituntut selama 18 bulan atau satu tahun dan enam bulan penjara.

Masih dalam penegasannya, selain tuntutan pidana, pada tuntutan itu masing-masing terdakwa juga dibebankan membayar denda, yakni PPK Dinas Cipta Karya dan Perumahan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sondang M Pane, dibebankan membayar denda Rp 200 Juta Subsidair 6 bulan kurungan sedangkan Murni Alan Sinaga selaku pelaksana kegiatan dalam proyek di denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan.

Namun untuk keduanya tidak wajibkan membayar uang pengganti dikarenakan telah membayar sebesar Rp 2 Milyar 50 juta dari total kerugian negara dalam proses pembangunan patung Yesus yang berasal dari anggaran 2013, senilai Rp 2,7 Milyar.

Baca Juga :   Nistakan Agama Lewat Facebook, Seorang Pengusaha Diadili

Padahal dari total kerugian negara tersebut keduanya hanya menikmati Rp 740 juta lebih, akan tetapi secara moral membayarnya Rp 2 Milyar 50 juta.

Dimana pembayaran kerugian negara ini hampir seratus persen, dan selain itu dalam hal ini kita memberikan apresiasi bahwa keduanya secara moral bertanggungjawab dalam pembangunan proyek pembangunan patung tuhan yesus tersebut.

Atas pembayaran kerugian negara Rp 2 Milyar 50 juta ini, Symon menyebutkan sebagai kado ulang tahun kejaksaan ke-57.

Begitu pula dalam kasus ini, pihak penuntut umum juga menemukan adanya keterlibatan pihak lain selain kedua terdakwa.

Dikatakannya, dari fakta persidangan tidak hanya kedua terdakwa ini saja akan tetapi telah mengidentifikasi ada salah satu saksi telah menikmati uang pembangunan tuhan yesus, yakni Luhut Panjaitan sebesar Rp 2 Milyar.

Karena Luhut merupakan penyebab terjadi kerugian negara, dimana memanipulasi dalam pembuatan rangka dan cassing yang seharusnya tembaga diubah menjadi aluminium.

Selain Luhut, ada pihak yang bertanggungjawab lainnya dalam proyek ini, yakni Tonggam Hutabarat yang ketika itu, Kadis Cipta Karya dan Perumahan Pemkab Tapanuli Utara.

Baca Juga :   Prapid Siwaji Raja Dikabulkan, Keluarga Kuna Obrak-Abrik PN Medan

Tentunya sebagai Kepala Dinas yang juga merupakan pengguna anggaran tentunya harus bertanggungjawab dalam proyek pembangunan patung yesus tersebut.

Untuk itulah kita melakukan kordinasi penyidik agar keduanya diproses, seperti hal biasanya bila tertera dalam tuntutan jaksa maupun kpk maka ini harus ditindaklanjuti.

Sementara kedua terdakwa usai persidangan akan mengajukan pembelaan yang disampaikan oleh penasehat hukumnya.(wd-09)

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top