Hukum

Terdakwa Narkotika Lindungi Identitas Bos Sabu Asal Malaysia

MataBangsa – Medan : Dua terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU) dari hasil penjualan narkotika jenis sabu sengaja melindungi identitas bos bandar sabu asal Malaysia tersebut.

Hal ini terungkap dalam keterangan dan kesaksian masing-masing terdakwa, Jenny dan Willy dalam persidangan yang berlangsung diruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, dengan Ketua majelis Erintuah Damamik.

Dalam keterangan kesaksiannya, Willy mengaku sama sekali tidak mengenal bos bandar sabu asal Malaysia yang mensuplai barang haram tersebut masuk ke Indonesia. “Tak tahu saya, pak hakim. Mungkin Jenny mantan pacar saya itu yang lebih tahu,”Ucapnya lagi.

Mendengar itu, majelis hakim menanyakan kenapa kamu mendapatkan uang perbulannya Rp 5 juta dan itu sudah berlangsung selama 10 bulan?, bahkan kedua rekening yang tertera yakni BNI dan BCA atas nama mu. “Willy menegaskan ia membuka rekening atas permintaan Jenny. “Jenny yang suruh supaya nanti saat menagih hutang bisa dimasukan ke dalam rekening, dan saya belum ada menerima Fee Rp 5 Juta dari hasil tranferan itu,”ungkapnya.

Dilanjutkan ia baru tahu uang hasil narkotika saat ditangkap polisi. Namun majelis hakim menemukan kejanggalan sebab terdakwa Willy tampak melindungi Jenny. “Saya mau buka rekening di dua bank tersebut, karena yang setahu saya Bos Jenny bergerak dalam usaha alat berat dan valas, jadi dirinya tidak merasa curiga,”katanya.

Baca Juga :   Kebakaran di Mabar Tewaskan Seorang Balita

Namun ketika hakim kembali bertanya, apakah kamu pernah mendatangi tempat Jenny bekerja dan uang ratusan juta setiap transferan?. Menjawab itu Willy mengatakan tidak pernah tahu alamat kantor Jenny dan begitu tidak menanyakan uang nilai ratusan masuk ke rekeningnya. “Yang Mulia Hakim, saya tak pernah ke kantor Jenny dan menanyakan perihal uang ratusan juta yang ditransfer ke rekeningnya. Saya tahu kalau uang itu hasil penjualan alat berat dan bisnis valas. Baru tahu uang itu hasil bisnia narkotika setelah ditangkap polisi,”ucapnya.

Kejengkelan hakim juga terjadi pada saat mendengarkan kesaksiannya Jenny, dimana sama halnya dengan Willy yang cenderung melindungi Bandar Sabu asal Malaysia tersebut.

Diawal kesaksiannya, Jenny sempat mengaku tidak tahu nama bosnya, bahkan parahnya lagi ia, tidak tahu nama kantor alat berat dan valas milik bosnya.”Tak ingat saya pak hakim, lupa saya,”polosnya.

Melihat itu, Erintuah semakin geram sembari menahan amarahnya dan berkata jangan kalian pikir kami dibohongi. “Jangan kalian berlagak bodoh disidang ini, suatu hal yang mustahil kamu sebagai karyawan tidak tahu nama bos mu maupun kantor mu itu,”cerca majelis lagi.

Baca Juga :   Kebijakan Baru Atur Dana Pensiun Tenaga Honorer

Jenny yang muka pucat karena dicecar majelis hakim akhirnya menjawab pertanyaan hakim dengan menyebutkan nama bos nya itu.”Setahu saya pak bos sering dipanggil Xivu alias Chivu, mungkin itulah namanya,”dengan lirihan suara kecilnya.

Kemudian Erintuah pun mengatakan Kamu, Jenny bagaikan pepatah sepandai-pandai tupai melompat pasti jatuh juta. “Jadi kami itu Jenny bagaikan tupai yang jatuh ke tanah, nah kalau kamu rahasiakan berarti kamu memang terlibat di dalam sindikat narkotika internasional,”tegas Erintuah.

Sontak saja Jenny pun bereaksi, bukan itu pak, yang setahu memang dia itu bergerak dibidang jasa penjualan dan penyewaan alat berat dan valas, tapi saya tahu apa pekerjaan sebenarnya. “Maaf pak hakim saya tahu bila kalau usaha bos nya pada TPPU Narkotika setelah ditangkap oleh polisi,”akunya.

Bahkan dalam sidang itu, Jenny mengaku Willy bukan pacarnya akan tetapi hanya sebatas teman. Mendengar itu majelis hakim kembali menanya Willy soal penolakan kalau jenny pernah menjadi pacarnya. “Jadi Jenny katakan ia menolak mu kalau dirinya pernah menjalin hubungan dengan mu. Apakah kamu tetap dalam keterangan mu itu?,” ucap Erintuah.

Baca Juga :   Lava Gunung Agung Masih Meleleh

Dengan singkat Willy mengatakan tetap pada keterangannya termasuk kalau Jenny pernah jadi pacar, bahkan dirinya bersedia membuka rekening karena dirinya merasa cinta dengan Jenny.

Merasa tidak ada yang berkembangkan maka majelis hakim menunda persidangan pada Kamis (20/07/2017) mendatang dengan agenda tuntutan jaksa.

Sementara usai persidangan JPU Sindu yang menyidangkan kasus tersebut menyatakan dirinya hanya jaksa pengganti karena jaksa adalah Yunitri, “Saya hanya jaksa pengganti saja, jaksa yang menyidangkan ini adalah Yunitri. Jadi kalau mau bahan lebih lengkap, kawan-kawan media bisa hubungi Yunitri,”ucapnya.

Namun dalam hal ini diakui Sindu, bahwa Jenny bekerjasama dengan Willy untuk mengelabui petugas atas modus TPPU dari hasil narkotika tersebut.(wd-09)

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top