Ekonomi

Philips Beri Pencahayaan 6 Desa Tanpa Aliran Listrik di Sumut

Matabangsa – Medan – Sekitar 1.600 warga di Kabupaten Deli Serdang dan Langkat tidak lagi menggunakan lampu minyak tanah dan lilin sebagai penerangan saat malam hari. Pasalnya, Philips Lighting Indonesia memberikan 447 titik pencahayaan berbasis tenaga surya yang dibagikan secara cuma-cuma kepada 4 (empat) desa tanpa aliran listrik di Deli Serdang serta 2 (dua) desa di Langkat.

Kegiatan ini merupakan program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ tahun 2017-2018 yang dicanangkan Philips Indonesia sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibilty (CSR) mencakup 11 dusun di 6 desa.
Enam desa tanpa aliran listrik tersebut yakni desa Sukadame, Naga Timbul, Ketangkuhen dan Rumah Sumbul di Kabupaten Deli Serdang, serta desa Namo Sialang dan Sei Serdang di Kabupaten Langkat.

“Kini penduduk desa memiliki akses pencahayaan yang memungkinkan mereka untuk meneruskan aktifitas hingga malam hari, tidak lagi menggunakan lampu minyak tanah dan lilin. Kami bangga program Kampung Terang Hemat Energi ini menciptakan 447 titik lampu untuk perumahan, fasilitas umum dan jalan desa,” kata Countru Leader Philips Indonesia (PLI), Rami Hajjar saat menggelar konferensi pers di Hotel Aryaduta Jalan Raden Saleh Medan, Selasa (5/9/2017).

Rami menjelaskan, penggunaan LED Philips berbasis tenaga surya dapat menekan resiko kerusakan mata dan masalah pernafasan yang diakibatkan oleh lampu minuak tanah. Terlebih, LED Philips yang terintegrasi dengan panel surya bersinar 10 kali lebih terang dibandingkan lampu minyak tanah. “Fitur yang sangat berguna dari Philips LifeLight dan Solar Indoor System adalah port USB yang dapat digunakan mengisi ulang baterai ponsel di rumah,” jelasnya.

Communication Manager Philips Indonesia, Lea Kartika Indra menerangkan bahwa program ini bukan yang pertama kali dijalankan Philips di Indonesia. Sebelumnya pada tahun 2015, Philips telah sukses menerangi 9 desa di Provinsi Sulawesi Selatan dengan menciptakan 300 titik lampu baru. Atas dasar itulah Philips kembali mengulang program yang sama dengan cakupan yang lebih luas. “Awal Agustus, kami mencanangkan program untuk memperluas ke lebih banyak daerah. Targetnya 25 desa yang tersebar di 4 Provinsi dengan 2800 titik lampu di program Kampung Terang Hemat Energi tahun 2017-2018,” ujar Lea.

Pada program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ tahun 2017-2018, Sumut menjadi daerah pertama yang menerima penerangan baru dari Philips. Empat daerah yang menjadi target pada tahun 2017-2018 mencakupi provinsi Sumatera Utara (Sumut), Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Yayasan Kopernik, lembaga yang membantu untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan penerangan di desa-desa,” tambah Lea Kartika.

Sementara itu mewakili Bupati Deli Serdang, Ramlan Refis mengapresiasi program Kampung Terang Hemat Energi Philips Indonesia. “Diharapkan Philips dapat menjadi pelopor bagi para pelaku usaha lain untuk menjalankan program CSR. Kami berkomitmen untuk terus mewujudkan kabupaten Deli Serdang yang mampu bersaing. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tetap membutuhkan dukungan dari korporasi dan pelaku usaha dengan CSR nya. Sehingga masyarakat juga dapat merasakan dampak positif dari adanya kegiatan usaha,” ujarnya.(wd-09)

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top