Sumut

Bupati Dan Wali Kota Diminta Berkoordinasi Dengan Gubernur

Matabangsa-Medan: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meminta kepada seluruh Bupati/Walikota agar selalu berkoordinasi, bersinergi dan melaporkan kepada gubernur kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan serta kendala yang dihadapi.

“Intinya kita harus senantiasa berkoordinasi serta bersinergi,’’ tegas Tengku Erry kepada bupati/walikota yang hadir dalam acara Pemantapan Aparatur Birokrasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Kabupaten/Kota di Hotel Polonia Medan, Selasa 26 September 2017.

Hadir dalam kesempatan itu Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Wakil Bupati Labura Dwi Prantara, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga, Wakil Bupati Pakpak Bharat Maju Ilyas Padang. Narasumber yang hadir Kepala Biro Organisasi Setjend Kemendagri DR Rizari, MBA, M.Si dan Dosen IPDN DR Halilul Khairi, M.Si, para Sekda Kabupaten/ kota se Sumut, Kepala Bappeda, Inspektur kab/kota dan Kabag Tapem Kab/kota se Sumut.

Berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah mempunyai beberapa wewenang yaitu membatalkan Perda kabupaten/kota dan Peraturan Bupati/walikota, memberikan penghargaan/sanksi kepada bupati/walikota terkait dengan penyelenggaraan pemerintah daerah.

Baca Juga :   Meriahkan Gowes 2017, Wagubsu Ikut Jalan Sehat Telusuri Pesona Danau Toba

Selain itu, Gubernur juga berwenang menyelesaikan perselisihan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan antar kabupaten/kota dalam satu provinsi dan memberikan persetujuan terhadap rancangan Perda kabupaten/kota tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah kabupaten/kota.

Gubsu Erry menjelaskan bahwa berdasarkan UU No 23 tahun 2014, peran Gubernur dalam penyelenggaraan pemerintah daerah menjadi dua fungsi yakni sebagai kepala daerah dan sebagai wakil pemerintah pusat.

Penguatan fungsi Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dimaksudkan untuk memperkuat hubungan antar tingkat pemerintahan. Artinya penyelenggara pemerintahan dapat terkoordinasi, terintegrasi dan bersinergi serta adanya komitmen dari semua stakeholder penyelenggara pemerintah terkait sehingga tercapai tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Saya meminta kepada seluruh bupati/walikota agar selalu berkoordinasi, bersinergi dan melaporkan kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan serta kendala yang dihadapi,” ucap Erry.

Erry menyebutkan, begitu banyak program pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah pusat, namun belum optimal pelaporannya melalui SKPD yang mengawasi program tersebut. “Saya berharap melalui rapat pemantapan ini menjadi ajang saling memberi dan berbagi informasi dalam membuat kebijakan,” kata Erry.

Baca Juga :   Dewan Penasehat PB AMCI Gelar Halal Bi Halal

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry menekankan akan pentingnya mewujudkan persamaan persepsi tentang fungsi dan peran Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dalam rangka efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan urusan pemerintah di daerah. Selain itu, pentingnya mewujudkan sinergitas dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provsu Afifi Lubis, menjelaskan pelaksanaan kegiatan Rapat Pemantapan Aparatur Birokrasi dalam rangka pemberdayaan aparatur pemerintah di Kabupaten/Kota khususnya dalam mensinergikan penyelenggaraan pemerintahan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari kegiatan memberikan pembekalan kepada aparatur terkait filosofis penyelenggaraan pemerintahan sesuai Undang-undang 23 tahun 2015 khususnya terkait peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan narasumber DR Rizari MBA, M.Si dari sekertariat kementerian dalam negeri Republik  Indonesia, DR Halilulkhairi M.Si dari institut Pemerintahan Dalam Negeri , DR Budi Utomo, SIP, M.SI dari Inspektorat Jenderal Kemendagri dan Prof Subhilhar, MA, PH.D dari Universitas Sumatera Utara. (dave-LM)

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top