Medan

HLN ke-72 Gubsu Optimis, Sumut Tidak Defisit listrik

Matabangsa-Medan: Akan beroperasinya sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla 1,2, dan 3 yang berada di Tapanuli Utara (Taput) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu unit 3 dan 4 dipastikan Sumatera Utara tidak akan devisit listrik.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Utara, HT. Erry Nuradi usai upacara Hari Listrik Nasional (HLN) ke 72 di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (27/10).

“Kita lihat, bertahun-tahun Sumut mengalami devisit listrik artinya kebutuhan listrik di Sumut dengan suplay yang ada masih sangat kurang. Namun, setelah masuknya MVPP asal Turki yang berkapasitas sampai 480 MW kebutuhan listrik di Sumut cukup, bahkan surplus,” kata Gubsu.

“Belum lagi sistem listrik tenaga panas bumi Sarulla 1, 2, dan 3 yang kemampuannya bisa mencapai 3×110 MW dan PLTU Pangkalan Susu unit 3 dan 4 beroperasi. Bisa dipastikan listrik di Sumut aman,” ungkap Erry.

Erry menjelaskan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak terlepas dari infrastruktur yang sangat penting yaitu listrik. Oleh karena itu, kita terus melakukan percepatan terhadap pembangkit listrik yang ada di Sumut.

“Kita tahu saat ini Presiden Jokowi yang menargetkan listrik sebesar 35.000 MW di Indonesia dan itu harus kita dukung bersama,” jelasnya.

Terkait masih adanya pemadaman, Gubsu menambahkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di Sumut ini karena adanya Maslah kerusakan teknis di gardu induk.

“Yang menjadi kendala masyarakat seringnya pemadam listrik karena adanya masalah kerusakan teknis di gardu induk PLN Wilsum dan ini akan segara kita tuntaskan,” pungkas Erry.

Baca Juga :   Buka Puasa Bersama PKPI, Gubsu : Dukungan Parpol Strategis Sukseskan Pembangunan

Gubsu juga mengatakan  bahwa transmisi atau tol listrik dari Sumatera Selatan (Sumsel) ke Sumut akan selesai pada Desember 2017.

“Tol listrik ini progresnya sudah cukup baik dan akhir Desember ini tol listrik dari Sumatera bagian selatan ke Sumatera bagian Utara itu akan tuntas,” kata Gubsu Erry menjelaskan bahwa adanya tol listrik itu nantinya pasokan listrik bisa mencukupi dari kebutuhan listrik yang ada di Sumut.

“Jadi, apabila ada surplus listrik baik dari Selatan ataupun dari Utara bisa saling mengisi dengan adanya tol listrik wilayah Sumatera ini,” jelasnya.

Gubsu juga mengungkapkan bahwa tol listrik tersebut juga nantinya akan mencukupi kawasan industri-industri ekonomi seperti kawasan ekonomi Sei Mangke di Asahan,  Kuala Tanjung, dan industri pariwisata di Danau Toba.

“Kawasan-kawasan industri ekonomi yang ada di Sumut nantinya akan di suplai oleh PLN jika tol listrik itu selesai akhir tahun ini,” ujarnya.

Gubsu juga menambahkan bahwa dari laporan yang diterimanya, jumlah energi listrik saat ini bertambah baik dari sisi permintaan industri cukup tinggi. “Kalau dulunya hanya 1.850 MW untuk Sumut dan Aceh sekarang sudah mencapai 2.000 MW,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan bahwa beban puncak listrik Sumut mencapai 2055 MW. Jika rampung, tol listrik akan menyumbang 400 MW.

Baca Juga :   Dewan Penasehat PB AMCI Gelar Halal Bi Halal

“Tol listrik tersebut lebih efisien. Karena, jika harus membawa batu bara dari Sumsel ke arah Sumatera Utara, maka akan dibutuhkan biaya tambahan dan resikonya akan lebih tinggi. Tapi, syaratnya itu harus membangun transmisi tegangan ekstra tinggi 275 KV. Sekarang pembangunannya sudah sampai Payakumbuh, nanti ke Sidempuan, ke Sarulla, Galang dan terus sampai ke Aceh,” ungkapnya.

Resmikan Listrik Pedesaan

Usai pelaksanaan Upacara Peringatan HLN ke-72 Gubsu juga berkesempatan meninjau stan-stan PLN dan meresmikan Listrik Pedesaan di Sumatera Utara tepatnya di Desa Bekilang kecamatan Juhar Kabupaten Karo melalui video conference. Ditandai dengan penekanan tombol.

Sebelum melakukan peresmian Gubsu Erry juga melakukan video conference dengan masyarakat yang ada di desa Bekilang Kecamatan Juhar Kabupaten Karo. Pada video conferencenya dengan masyarakat desa tersebut Gubsu berpesan agar masyarakat dapat memelihara listrik yang telah masuk ke desa tersebut.

Gubsu juga berharap agar seluruh desa yang ada di Provinsi Sumatera Utara hingga ke pelosok akan teraliri listrik. Karena listrik merupakan salah satu infrastruktur yang menopang pembangunan dan perekonomian dari suatu desa.

“Mudah-mudahan desa-desa kita yang jauh di pelosok penjuru tanah air dapat terang-benderang berkat kerja keras kita semuanya dengan slogan kerja bersama terangi negeri kita khususnya Sumatera Utara yang kita cintai,” ujar Gubsu.

GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto melaporkan bahwa PLN saat ini berupaya melakukan percepatan pembangunan listrik desa yang merupakan amanah Bapak Presiden RI yang tertuang dalam peraturan Menteri ESDM No.38 tahun 2016. Yang mengamanahkan pembangunan listrik desa sangat penting untuk membuka kesempatan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Baca Juga :   Gubsu HT Erry Nuradi Sambut Konjen Jepang yang Baru

Upaya tersebut juga dilakukan PLN Sumatera Utara yaitu dengan melakukan roadmap Desa Berlistrik yang tadinya Desa berlistrik hingga tahun 2019 namun PLN Wilayah Sumut akan mengupayakan Desa berlistrik hingga tahun 2018 di provinsi Sumatera Utara.

Dilaporkan Feby  pada tahun 2016 realisasi listrik desa sebanyak 77 desa merupakan desa baru dan desa lama dengan anggaran yang terserap 77 Miliar Rupiah dengan rasio elektrifikasi  mencapai 94,7 persen.

Pada tahun 2017 target  197 desa sebanyak 17 desa telah diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2017 dengan anggaran terserap 16,5 Miliar rupiah dengan rasio elektrifikasi meningkat 96,9 persen.  Target 2018 sebanyak 322 desa dengan alokasi anggaran yang cukup spektakuler sebesar 661 milar.

“Sebelumnya rodmap Desa Berlistrik Tahun 2019. Kami akan berupaya 2018  Sumatera Utara semua Desa sudah Berlistrik,” ujar Feby.

Pada kesempatan itu Feby juga mengharapkan kepada seluruh stakeholder untuk menghadapi dan menyelesaikan kendala di lapangan dan mensukseskan program listrik desa.

“PLN khususnya regional Sumatera Optimis dengan kerjasa seluruh stakeholder dapat mewujudkan Sumatera Terang, Tumbuh dan Efisien melalui slogan Membangun Sumatera Utara dari Desa,” Sebut Feby (Dev)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top