Ragam

Islam KTP, Mengapa Bisa Terjadi?

Matabangsa-Deliserdang: Banyak orang mengaku beragama Islam, diperkuat lagi dengan KTP yang membuktikan bahwa orang tersebut memang beragama Islam. Namun ternyata cuma Islam KTP, mengapa hal ini bisa terjadi.

Islam KTP terjadi karena tidak adanya amal perbuatan ajaran Islam yang dilaksanakan seseorang. Wujud dan tampilannya Islam, tapi prilakunya tidak mencerminkan sebagai seorang Islam. Demikian dikatakan Prof DR Ir H Djohar Arifin Husin MSc dalam tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriyah di Masjid Nurul Hidayah Kompleks MMTC Jalan DR Williem Iskandar, Deliserdang, Ahad (10/12/2017).

Ketika kita mengucap syahadat, tutur Djohar, itu adalah sumpah dan janji kepada Allah SWT. Seluruh umat Islam wajib percaya kepada Al Qur’an dan semua aspek ajarannya. Sholat juga merupakan janji umat Islam kepada Tuhannya.

“Namun, banyak orang sholat tapi tidak melaksanakan janji-janjinya.Lebih memprihatinkan lagi, malah mengkhianati janji-janjinya,” ungkap mantan Ketua Umum PSSI itu.

Termasuk juga puasa di bulan Ramadhan, lanjut Djohar, artinya bukan diluar Ramadhan bebas mengumbar nafsu, tapi sepanjang hari, bulan dan tahun umat Islam wajib menahan seluruh nafsu yang diharamkan Allah SWT. Bukan cuma sekedar menahan nafsu makan dan minum.

Baca Juga :   Ketua Fraksi PPP Hj Hamidah: “Keamanan Bukan Hanya Tanggungjawab Polisi”

Djohar mengajak umat Islam menunaikan zakat, karena zakat itu menurutnya bagaikan granat, yang sewaktu-waktu bisa meledak, menghancurkan orang dan barang disekitarnya. Jadi sebelum meledak harus segera dibagikan kepada yang berhak.

Tokoh akedemisi Sumut ini juga mengajak umat Islam menunaikan haji. “Didalam ibadah haji ada melempar jumroh yang dimaksudkan melemparkan (meninggalkan) sifat-sifat buruk, mohon ampun kepada Allah semoga kita disucikan,” jelasnya.

Sebenarnya untuk apa kehadiran kita manusia, didunia ini, tanya Djohar. Tidak lain adalah untuk berbuat dan menyebar kebaikan. Berbuat baik dan menyebarkannya adalan wujud pengabdian manusia kepada Tuhan yang menciptakannya. Sebagaimana Firman Allah, tidaklah kujadikan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaku, terang Djohar.

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pengumpulan dana pembangunan masjid Nurul Hidayah itu, dipadati ratusan jamaah. Ketika itu turut hadir KH Muhammad Al Khattath (Sekjend FUI), Abu Sauki, Abu Fariz, Sudirman Timsar Zubil, Indra Suheri SAg MAg, DR Masri Sitanggang, H Amir Tanjung, Indra Syafi’i, perwakilan Laznah Kesatuan Umat dan beberapa tokoh lainnya. (Buya Soraya)

Baca Juga :   Eldin Ajak Ustadz, Pastor, Bhiksu, Pelaku Media, Birokrasi, TNI/Polri dan Masyarakat Jaga Pancasila

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top