Demokrasi

Aksi Bela Palestina, Ini Pernyataan Sikap MUI untuk AS

Matabangsa-Jakarta: Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat mengeluarkan beberapa sikap terkait pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem atau Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel.

Pernyataan sikap itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abas di panggung utama Aksi Bela Palestina. Dia mengatakan, keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mencederai rasa keadilan dunia internasional, dan melanggar hak Asasi manusia rakyat Palestina dan merusak perdamaian antara Israel dan Palestina.

“Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina,” ujarnya di lokasi Aksi Bela Palestina

Berikut isi pernyataan sikap dari Aksi Bela Islam yang dibacakan Sekjen MUI Anwar Abas:

Pertama, keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.

Kedua, jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi.Maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.

Ketiga, mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Keempat, mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Kelima, mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Keenam, jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekuan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Ketujuh, mendesak DPR membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kedelapan, kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.(SNC)

 

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top