Politik

Harlah PPP ke 45, Yulizar: “Kader PPP Bersatu Bangun Indonesia”

Matabangsa-Medan: Memperingati hari lahir (Harlah) ke-45 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumatera Utara menggelar khataman Al Qur’an, sholat berjamaah, zikir sekaligus doa bersama pengurus, kader dan simpatisan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

“Kita berharap kegiatan bersama ini yaitu Harlah ke-45 Partai Persatuan Pembangunan menjadi motivasi kita untuk semakin berbuat yang terbaik,” kata Ketua DPW PPP Sumatera Utara (Sumut), Drs H Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi di sekretariat DPW PPP Sumut Jalan Raden Saleh Nomor Medan, Jumat malam (5/1/2018).

Acara peringatan Harlah terbentuknya partai berlambang ka’bah tersebut dipadati pengurus, kader, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan simpatisan PPP di Medan serta dari kabupaten/kota lain di Sumut.

Peringatan Harlah ke-45 PPP ini mengusung tema ‘Mari Bersatu Membangun Indonesia’.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak para kader bersatu membangun Indonesia melalui PPP,” ujar Yulizar yang akrab disapa Puli itu.

Yulizar dalam pada acara itu, berharap momentum peringatan Harlah PPP yang ke 45 di tahun 2018 bisa menjadi spirit bagi kader-kader PPP untuk memenangkan Pilkada serentak 2018.

Baca Juga :   Keluarga Muslim Penjaga Gereja Makam Suci Yerusalem

Usia PPP yang sudah mencapai 45 tahun, kata dia, tentu semakin matang dalam menghadapi setiap even politik yang ada termasuk Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu legislatif tahun 2019.

Lebih lanjut Yulizar menjelaskan, rangkaian peringatan Harlah ke-45 PPP di Sumut juga akan diisi dengan deklarasi bakal calon bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota yang akan diusung parpol tersebut pada Pilkada serentak 2018.

Deklarasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada 7 Januari 2018.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy melalui sambutan tertulis yang dibacakan Ketua DPW PPP Sumut, mengatakan bahwa usia PPP yang sudah mencapai 45 tahun ini tentu semakin matang dalam menghadapi setiap even politik yang ada termasuk Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 mendatang.

Dikatakannya, PPP merupakan fusi dari empat parpol Islam, yakni PNU, Parmusi, Perti dan Syarikat Islam.

Karenanya dari segi kematangan berpolitik dan mengartikulasi aspirasi masyarakat Indonesia.

Menurut Romahurmuziy, PPP yang didirikan pada 5 Januari 1973 tidak usah diragukan lagi dan telah mempunyai pengalaman yang panjang.

Baca Juga :   Tidak Profesional, Polisi Timika Keroyok Wartawan

Dalam perjalannya, PPP memiliki peran sentral dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Sebagai satu-satunya saluran politik Islam era Orde Baru, PPP menjadi primadona ikon perlawanan terhadap kesewenangan pemerintah.

Sikap politik PPP terlihat dari perjuangannya di parlemen yang mampu mengawal aspirasi umat Islam. Salah satu perjuangan PPP yang cukup fenomenal ketika menolak upaya legalisasi pernikahan beda agama dalam UU 1/1974 tentang Perkawinan. (LMC/SS)

 

 

Print Friendly
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top