Politik

Edy Rachmayadi: “Jangan Paksa Saya Menjadi Penipu, Hanya Karena …

Matabangsa-Medan: Edy Rahmayadi mengatakan dirinya pernah ditelepon mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo kenapa belum juga berubah sejak mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur Sumut. Edy sempat kembali bertanya tentang perubahan seperti apa yang dimaksud.

“Pak Gatot nelpon saya, kau kok belum berubah. Saya bilang (berubah-red) apanya pak? Pak Gatot bilang gayamu itu, kok masih kayak Pangkostrad,” kata Edy Rahmayadi saat menggelar temu ramah Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah dengan insan pers Sumut di Hotel Garuda Plaza, Medan, Selasa 23 Januari 2018.

Menurut Edy, dia juga selalu diingatkan dan dituntut mengubah gaya terkait pencalonannya pada Pilgub Sumut. Edy pun bicara blak-blakan sambil menegaskan sekalipun dirinya terpilih menjadi Gubernur atau pun tidak terpilih, dia tetap menjadi dirinya sendiri.

“Jangan paksa saya menjadi penipu hanya karena saya ingin menjadi Gubernur,” kata Edy yang disambut aplaus pada temu ramah tersebut.

Begitu pun, ujar Edy, kalau memang dirinya dituntut harus mengubah gaya untuk menjadi Gubernur, dia butuh waktu untuk belajar.

Baca Juga :   Amerika Rayakan Kemerdekaan Di Medan, Perhatian ke Indonesian Besar

“Ajari saya untuk lunak, tapi jangan ajari saya jadi penakut. Ayah saya juga pernah bilang agar saya jangan jadi penakut,” kata Edy yang mengaku 33 tahun menjadi tentara.

Edy menegaskan dia maju pada Pilgub Sumut bukan ‘mengemis’. Bahkan sewaktu mendatangi partai politik bersama Musa Rajekshah, Edy bicara blak-blakan ke pengurus partai tersebut. Kata Edy, jika partai itu mendukungnya dia sangat berterima kasih.

“Ijeck (Musa Rajekshah) sempat bilang, bang, kita agak merendah karena kita sedang mencari dukungan,” beber Edy yang pada pertemuan itu dihadiri Ijeck, Ketua PWI Sumut Hermansyah dan perwakilan organisasi wartawan lainnya.

Edy menegaskan jika dipercaya masyarakat menjadi Gubernur Sumut, dia akan menjadi Sumut punya harga diri dan bukan provinsi penakut.

“Sumut harus punya harga diri, punya cita-cita besar. Potensi wilayah Sumut sangat menjanjikan. Marilah kita bicara jujur. Kenapa kita (Sumut) tak bisa besar, karena kita di sini banyak ‘tarian ronggeng’. Banyak panglima talam,” tegasnya.

Edy mengaku keberadaan pers memang sangat dibutuhkan demi kemajuan Sumut. “Sumut butuh pers jika ingin the best. Ini saya bukan menghayal, Sumut bisa jadi the best,” demikian Edy. (inilahmedan/dave)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top