Hukum

Bupati Batubara Nonaktif Jalani Sidang Perdana Kasus OTT KPK di PN Medan

Matabangsa-Medan: Mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dan mantan Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Helman Herdady menjalani sidang perdana kasus dugaan suap dalam proyek di Kabupaten Batubara.

Selain Ok Arya dan Helman Herdady, juga turut disidangkan pengusah showroom Sujendi alias Ayen yang menjadi perantara dalam pengiriman suap kepada Bupati Nonaktif Batubara, Ok Arya Zulkarnain.

Kepada wartawan, seusai sidang Penuntut Umum KPK, Ariawan Agistianto menyebutkan bahwa dalam kasus ini Ok Arya menerima sejumlah uang dari pengusaha yang ditransfer kepada Sujendi alias Ayen.

Bahkan Helman juga menerima fee yang kemudian juga diserahkan kepada Bupati non Aktif Ok Arya.

Dimana dalam hal ini pemberi suap yakni dua rekanan Pemkab Batubara, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dalam berkas juga telah disidangkan dan putusan dari majelis hakim.

Jadi si pemberi dan si penerima juga diproses secara hukum, lanjut wawan bahwa ketiga tidak mengajukan keberatan atas dakwaan penuntut umum KPK.

Masih dihari yang sama penuntut umum membacakan dakwaan kepada ketiga terdakwa dalam berkas terpisah, Ok Arya, Helman dan Sujendi alias Ayen.

Dalam dakwaan tersebut, penuntut umum menyebutkan bahwa Ok arya menerima uang senilao Rp4,1 Milyar.

Dihadapan majelis hakim yang di ketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, penuntut KPK, Wawan menyebutkan uang suap itu untuk memperoleh proyek pekerjaan lanjutan peningkatan Jalan Labuhan Ruku Menuju Mesjid Lama, Kecamatan Talawi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun anggaran 2017 dengan nilai Rp3,3 miliar dari nilai pagu sebesar Rp3,4 Miliar.

Diuraikannya, pada kasus ini Syaiful menyerahkan uang kepada Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain sebesar Rp 400 juta melalui Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdady. Penyerahan uang suap tersebut dilakukan empat tahap diantaranya yakni Hotel Grand Kanaya, Pitstop Jalan Setia Budi, dan Kafe Tremon Lippo Plaza Medan.

Sedangkan Marigan Situmorang yang mendapatkan dua proyek di Dinas PUPR menyerahkan uang sebesar Rp 3,7 Miliar dalam tiga tahapan kepada Bupati OK Arya Zulkarnain melalui perantara pengusaha showroom Sujendi Tarsono alias ayen.

Dalam pemberian dilakukan secara bertahap, dimana pada tahap pertama dan kedua, Maringan memberikan cek senilai Rp 1,5 Milyar dan tahap ketiga transfer uang Rp 700 juta kepada Ayen yang merupakan teman dekat Ok Arya Zulkarnain.

Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UUU RI No 21 Tahun 2001 dan Subsidair Pasal 13 UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimanaa telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001.(DNABerita)

Baca Juga :   Ini 5 Nama Calon dari Golkar di Pilkada Serentak Sumut 2018
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top