Pendidikan

Menjalin Asmara Sesuai Ajaran Islam

Matabangsa-Jakarta: Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam kajian Dialog Lepas Isya’ (D’Lisya) menghadirkan Ustaz Abu Fida mengupas bagaimana Islam mengajarkan tentang menjalin hubungan asmara. Jamaah kajian dengan tema “Dilan (da) Cinta 1402” yang digelar belum lama ini,  tampak antusias mengikuti penjelasan Ustaz Abu Fida.

Ustaz Abu mengatakan, umat Islam harus peka terhadap setiap perayaan yang dilakukannya. Sebab, jika tidak memahami asalusulnya maka akan sangat berbahaya kepada keimanan dan dapat menjauhkan dari ajaran agama. “Jangan-jangan kita ditarik subjek tertentu, tak terasa jadi objek. Kita sebagai Islam harus peka perayaan apa ini (Valentine),” ujar Ustaz Abu.

Ustaz Abu mengungkapkan, ada banyak cara kelompok di luar Islam ingin merusak keimanan. Setidaknya terdapat tiga hal, ya itu melalui jalan agama, kebuda yaan, dan pola pikir. Perayaan Ve lentine, menurut Ustaz Abu, ada lah cara merusaka umat Islam me lalui jalan kebudayaan.

Ustaz Abu merasa miris ketika menyaksikan umat Islam turun bersuka cita dalam perayaan Valentine. Sedangkan, budaya Valentine, menurut Yahudi (asal Valentine), dianggap ajaran yang salah.

“Berapa banyak orang atau saudara kita yang kena. Pelanpelan kita digiring. Islam mengajarkan cinta, tapi bukan seperti ini (Valentine)” kata Ustaz Abu. Untuk itu, Ustaz Abu mengajak umat supaya tidak ikut larut dalam perayaan Valentine. Umat Islam juga dianjurkan untuk saling mengingatkan sahabat dan keluarga tanpa harus menggurui, tetapi dengan cinta.

Sebuah riset, kata Ustaz Abu, menyebutkan, pada malam Valentine, tingkat pembelian kondom sangat tinggi. Hal ini jelas adalah situasi yang memprihatinkan bagi masyarakat, khususnya umat Muslim. Dalam kondisi seperti, Ustaz Abu menduga perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) juga marak.

Padahal, Islam mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia di bumi berpasang-pasangan. Oleh sebab itu, Ustaz Abu me nilai, orang-orang yang terjebak ke dalam perilaku LGBT lebih buruk daripada binatang. Umat Islam diminta menjauhi larangan Allah tersebut.

Ustaz Abu pun mengajak umat Islam, khususnya mereka yang belum menikah, untuk mencari jodoh sesuai dengan ajaran Islam, yaitu melalui jalan taaruf atau saling mengenal. Di antara yang dicontohkan Rasulullah dalam mencari jodoh adalah melihat kecantikan sifat seseorang. “Kecantikan sifat maka ma kin hari makin cantik. Tapi kalau berdasarkan fisik, makin lama makin gak menarik. Cantik fisik relatif,” tuturnya.

Kecantikan sifat, ujar Ustaz Abu, dapat membahagiakan pasangan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Rasulullah ketika baru tiba dari perang. Ketika sampai di rumah, Rasulullah disambut oleh istrinya, Aisyah.

Aisyah kemudian membuatkan Rasulullah teh. Sambutan tersebut membuat Rasulullah bahagia, meskipun dalam keadaan lelah usai berperang. Rasululah juga membalas kasih sayang Aisyah dengan sabar. Padahal, pernah Aisyah salah memasukkan garam ke dalam tehnya sehingga rasa teh Nabi menjadi asin.

Kemudian, dalam proses saling mengenal calon pasangan, Islam juga mengajarkan agar memerhatikan harta. Terkait hal ini, menurut Ustaz Abu, terdapat beberapa pemahaman. Namun, yang pasti, ketika suami mempunyai harta, istri harus mampu memanajemeni keuangannya.

Selanjutnya, nasab atau keturunan juga pertimbangan yang perlu diperhatikan. Sebab, jika calon pasangan berasal dari keturunan keluarga yang baik, diyakini akan melahirkan generasi yang baik juga. Islam juga mengajar kan supaya mempertimbangkan agama ketika akan memilih calon pasangan. “Apabila ingin bahagia di du nia dan akhirat maka pilihlah agamanya, bukan syahwat,” kata Ustaz Abu.

Oleh karena itu, menurut Ustaz Abu, sangat jelas perbedaan cinta berdasarkan ajaran Islam dengan konsep cinta pada hari Valentine. Islam mengajarkan men cintai karena Allah, sedang kan Valentine lebih kepada bu daya mengumbar syahwat.(ROL)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top