Politik

Anggota DPRD Kota Medan Kaget, Ada Cacing Pita 2,17 M Di Tubuh Pasien

Matabangsa-Medan:  Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Medan H. Jumadi, SPdI merasa kaget saat mengetahui tentang adanya penemuan cacing pita sepanjang 2,17 m yang berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh seorang pasien wanita berusia 24 tahun beberapa hari lalu.

Saat ditemui di kantor DPRD kota Medan yang ada di jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, kota Medan, Senin (26/02/2018), H. Jumadi, SPdI sempat mengatakan bahwa kejadian seperti ini tidak bisa di biarkan.

“Ini sebuah kejadian yang sangat luar biasa. 2,17 meter bukan cm lagi, 2,17 meternya yang jadikan sebuah kejadian yang sangat luar biasa sebenarnya. Cacing segitu panjang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, kita tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi sang Pasien itu merasakan sakitnya terhadap masalah yang di alaminya. Begitu di baca di media, obatnya juga tidak sembarangan. Di Indonesia juga belum didapatkan obatnya,” sebut Jumadi.

Sebagaimana yang disampaikan Dr. dr. Umar Zein, DTM&H, kepada wartawan Minggu (25/02/2018) kemarin, membenarkan adanya seorang pasien wanita warga Medan yang mengalami infeksi cacing pita datang ke klinik Tropic dan Infeksi miliknya untuk konsultasi dan pengobatan.

“Benar, ada pasien yabg datang untuk konsultasi. Pasien mengaku semenjak kecil hingga ia berumur 24 tahun sekarang ini telah menderita infeksi, setiap buang air besar selalu bercampur dengan potongan cacing pita tersebut. Benar saja setelah pasien meminum obat Praziquantel dari Vietnam ini tak berselang beberapa lama keluar bersama kotorannya ditemukan cacing pita yang panjangnya setelah diukur 2,17 meter. Ini adalah temuan yang keempatnya, penemuan pertama dan kedua di Medan pada 2014, disusul temuan yang ketiga di 2017, paling banyak di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Kasus infeksi usus dikarenakan kebiasaan mengkomsumsi daging mentah atau setengah dimasak, baik itu pada daging sapi maupun babi. Sebab, bila memasaknya sempurna maka larva penyebab cacing pita akan mati,” ungkap Umar Zein.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, anggota Dewan dari Fraksi PKS di komisi B DPRD kota Medan, meminta perhatian Pemerintah melalui dinas kesehatan kota Medan untuk menangani kasus seperti ini agar tidak terulang kembali di Kota Medan.

“Sekecil apapun namanya penyakit yang muncul di Republik ini atau pada bangsa kita, ini kan juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Kejadian ini jangan sampai terjadi lagi. Kita juga akan secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mampu mengantisipasi agar kasus seperti ini tidak terulang kembali di tempat lain,” ujar Jumadi. (MR/SS)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top