Politik

Ojol ke DPRD Medan: Pihak Aplikator Belum Perhatikan Kelayakan Pengemudi

Matabangsa-Medan: Puluhan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam  Forum Solidaritas Driver Online Roda 2-Medan Sekitarnya (FoSdor2-MS) ngadu ke DPRD Medan, Selasa (20/3/2017). Mereka  berharap agar perusahaan aplikator baik PT Gojek Indonesia PT Grab agar menghentikan sistem pembekuan (suspended,red) dan membatasi driver baru hingga meminta perusahaan agar mengatasi orderan fiktif. Delegasi mereka diterima Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung.

Menurut perwakilan delegasi selaku Ketua Fossor2-MS Joko Pitoyo kepada Ketua DPRD Medan menyampaikan, pihaknya berharap DPRD Medan dan instansi lainya dapat membuat regulasi hukum atau pun peraturan daerah untuk melindungi pengemudi ojek online.

Dikatakan Pitoyo, selama ini pihak aplikator belum seutuhnya memperhatikan kesejahteraan dan kelayakan pengemudi online. Begitu juga soal penertiban orderan fiktif yang cenderung melakukan penyerangan.

“Kami sudah bekerja mati-matian dilapangan hingga mencapai titik akumulasi bonus, tapi akibat adanya sistem orderan fiktif atau orderan yang dicancel yang masuk, semuanya hasil keringat kami hilang.Untuk itu kami berharap para wakil rakyat memanggil pihak aplikator sehingga orderan fiktif yang saat semakin marak bisa diatasi, sehingga kami tidak jadi korban,” paparnya.

Baca Juga :   Pelapor Pungli Puskesmas Nginap di DPRD, Inspektorat Turun Tangan

Ditambahkan, Ia menyatakan akibat adanya sistem orderan fiktif yang masuk berimbas kepada para pengemudi online yang harus terkena penghentian. “Sistem suspended ini sangat-sangat merugikan kami.Kami sangat mohon perlindungan karena kami tidak tahu siapa pemain orderan fiktif  ini ,” kata Pitoyo yang diaminin rekan lainya.

Sama halnya yang disampaikan delegasi lainnya, Faisal menyatakan agar adanya sistem perlidungan dari pihak aplikator kepada pengemudi online hingga adanya sistem aturan sehingga para driver tidak berbenturan dengan kenderaan konvesional lainya. ”Belum lagi persoalan poin bonus yang cenderung naik, sementara satu aplikator lainya memberikan bonus, sehingga kami terkadang sulit mencapai titik poin yang telah ditentukan.Hingga tak hentinya penerimaan driver baru,” keluhnya.

Menyingkapi keluhan pengemudi online Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung menyatakan pihaknya akan segera memanggil pihak aplikator dan pihak lainya termasuk Dishub hingga Organda. “ Ini segera kita lakukan pertemuan persoalan yang dikeluhkan bisa diambil solusi terbaik. Kita sarankan Ketua Komisi D DPRD Medan agar dibaut jadwal,” terangnya. (dave/HL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top