Ragam

Kepanikan Pendaki Saat Letusan Merapi

Matabangsa-Boyolali : Saat terjadi letusan freatik Merapi pada Jumat (11/05/2018) pagi, sebagian pendaki masih bermalas-malasan di areal Pasar Bubrah. Mereka tersentak ketika tiba-tiba melihat asap membubung tinggi keluar dari kawah di atasnya.

Kawasan Pasar Bubrah adalah tempat para pendaki Merapi biasa menginap dan memasang tenda. Di pagi hari, biasanya mereka membuat perapian untuk memasak bekal makanan. Mi instan dan sayuran segar biasanya menjadi menu yang selalu dibawa para pendaki.

Hal serupa juga dilakukan oleh Sopan Pangestu dan 11 temannya. Bahkan Sopan sempat merekam teman-temannya yang sedang memasak sayur dan mencandai mereka ketika ketahuan di dalam sayur itu masih ada ulat yang ikut dimasak

.Pada saat itulah letusan terjadi. Sopan merekam lutusan itu dari jarak yang sangat dekat dari puncak. Rekamannya itu kemudian viral. Padahal di balik rekaman itu, terjadi kepanikan di Pasar Bubrah ketika para pendaki menyadari bahaya besar sedang mengancam keselamatannya.

“Panik. Benar-benar panik,” ujar Sopan di pos pendakian New Selo, Boyolali.

Yang masih santai maupun yang sedang memasak, semua panik. Bahkan makanan yang dimasak pun ditinggal. “Sekitar jam 7 pagi lebih sedikit ada letusan itu. Kami panik. Masakan yang tidak jadi dimakan. Kami buang lalu semua peralatan kami masukkan tas lagi,” ujarnya.

Tak cuma itu, semua segera berlari berusaha menyelamatkan diri. Ada yang lari membawa tas, ada juga yang lari tanpa membawa bawaan apapun. Demikian juga dengan tenda yang mereka dirikan, ditinggal begitu saja.

“Semua lari menjauh. Namun setelah kami sadar bahwa arah angin dari utara ke selatan, kami yang berada di sisi utara puncak baru merasa lega. Asap terbawa angin ke selatan,” lanjutnya

.Sempat menunggu beberapa saat, setelah pasti asap terus terbawa angin ke selatan akhirnya mereka memutuskan kembali ke lokasi Pasar Bubrah. Mengambil barang-barang tertinggal, melipat tenda dan segera menuju jalan turun gunung.

Meskipun sudah mengetahui asap bergerak ke selatan, mereka tetap panik. Saat turun, belasan dari mereka mengalami kecelakaan ringan. Setidaknya ada 16 pendaki yang terjauh, terpeleset maupun terkelilir.(DtC)

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top