Ekonomi

Mau Cepat Kaya, Presiden Sarankan Rakyatnya Jual Racun Kalajengking

Matabangsa-Medan:  Harga racun kalajengking memang sangat mahal, bahkan kata Presiden Joko Widodo harganya mencapai 145 Miliar.

Namun cara mengambil racun kalajengking juga bukan merupakan hal yang mudah.

Jika salah mengambilnya, nyawa kita justru yang akan melayang karena terkena racun tersebut.

Lantas bagaimana caranya agar racun kalajengking dapat diperah dan diambil tanpa membahayakan jiwa kita.

Dilansir dari Kompas.com, sekelompok peneliti dari Maroko baru saja menciptakan alat pemerah racun kalajengking yang dikontrol menggunakan remote.

Alat tersebut menempel pada buntut dan menggunakan listrik untuk menstimulasi kelenjar racun kalajengking.

“Apa yang membuat alat ini begitu spesial adalah keamanan dan kecepatannya. Jika dulunya kita hanya bisa mengambil racun dari 10 kalajengking dalam sehari, kini kita bisa mengambil racun dari 150 dalam sehari,” kata Mouad Mkamel, seorang peneliti di Ben M’sik Hassan II University, Kasablanka, yang memimpin penelitian 2017 silam.

Menurut para peneliti, usaha pemerahan racun kalajengking memang luar biasa.

Pasalnya, walaupun berbahaya bagi manusia, racun kalajengking mengandung ratusan komponen yang berguna untuk kesehatan setelah dihancurkan ke tingkat molekuler.

Selain itu, racun kalajengking juga dapat digunakan sebagai pestisida.

Dikombinasikan dengan tingkat kesulitan untuk mengambilnya, kebutuhan akan racun kalajengking pun mendorong harganya hingga ke titik tersebut.

Dengan adanya alat pemerah ini, racun kalajengking pun tidak akan selangka dulu dan harganya mungkin akan turun.
Jokowi Anjurkan Masyarakat Jual Racun Kalajengking

Diketahui sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memberikan tips agar cepat kaya.

Caranya adalah dengan menjual racun kalajengking.

Menurut Jokowi, harga racun kalajengking lebih mahal dibanding harga emas.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, baru-baru ini.

“Sekarang saya mau bertanya, apa komoditas yang paling mahal di dunia, pasti banyak yang menjawab emas. Bukan emas,” kata Jokowi.

“Ada fakta yang menarik yang saya dapat dari informasi yang saya baca.”

“Komoditas yang paling mahal di dunia sekarang ini adalah racun dari scorpion, racun dari kalajengking.”

“Harganya 10,5 juta USD (dolar Amerika Serikat) per liter, artinya berapa, 145 milyar pe rliter.”

“Jadi Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi disambut tawa hadirin.

Manfaat racun kalajengking

Dilansir dari Wired.co.uk, racun kalajengking dapat menyembuhkan penyakit kanker.

Selain itu, racun kalajengking juga bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit lainnya.

Berikut ini manfaat dari racun kalajengking.

Penglihang rasa sakit

Para peneliti telah menggunakan senyawa alami yang ditemukan dalam racun kalajengking sebagai obat penghilang rasa sakit.

Harapannya adalah temuan itu akhirnya bisa mengarah pada pengembangan obat baru untuk manusia.

Memerangi sel kanker

Racun yang mematikan ini juga bisa digunakan untuk membantu perawatan kanker di masa depan.

Para peneliti dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Universitas Washington dan startup Blaze Bioscience telah mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan racun kalajengking tersebut sebagai obat kanker.

Mengobati penyakit tulang

Penelitian menunjukkan bahwa racun kalajengking dapat menghalangi keropos tulang dan menjadikannya zat yang berguna untuk mengobati kondisi seperti rheumatoid arthritis dan osteoartritis.

Pada tahun 2011, seorang pria Kuba berusia 71 tahun mengklaim bahwa dia menahan sakit dan nyeri dengan membiarkan kalajengking menyengatnya setidaknya sebulan sekali.

Mencegah malaria

Racun kalajengking juga merupakan obat bagi penyakit malaria.

Pada tahun 2011, seorang peneliti dari Universitas Maryland memodifikasi jamur parasit yang berisi zat yang ditemukan dalam racun kalajengking untuk menyerang parasit malaria yang ditemukan di dalam nyamuk. (TMC/SS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top