Hukum

Polrestabes Medan Tembak Pembunuh Sales Kosmetik

Matabangsa-Medan : Petugas gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Medan Barat terpaksa menembak kaki pembunuh sales  kosmetik.

Sebab, pelaku yang diketahui bernama Hendri alias Ahen (31) penduduk Jalan Platina Perumahan Ivory Nomor 1-M kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli yang nekat membunuh seorang sales kosmetik bernama Rika Karina (21) warga Jalan Titi Papan Komplek Malibu Nomor A-75 Kelurahan Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli pada hari Selasa 5 Juni 2018 kemarin melawan petugas ketika berupaya kabur saat akan diringkus pada hari Rabu 6 Juni 2018 malam di kediamannya.

Hal tersebut terungkap ketika tersangka dihadirkan dalam siaran pers yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasatreskrim, AKBP Putu Yudha Prawira, Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kompol Hendra Eko Triyulianto SIK di Mapolrestabes Medan, Kamis, (7/6/2018).

Informasi dihimpun matabangsa.com di Mapolrestabes Medan menyebutkan, peristiwa pembunuhan bermula ketika korban yang baru saja pulang dari tempat kerjanya di Plaza Millenium, pada hari Selasa 5 Juni 2018 malam dihubungi oleh pelaku untuk menanyakan perihal kosmetik pesanannya sejak 31 Mei lalu yang hingga saat itu belum tiba.

Baca Juga :   Polda Sumut Tembak 2 Perampok Penumpang Pesawat

Korban Mendatangi Kediaman Pelaku Berniat Menjelaskan Soal Pesanan Kosmetik

Berniat ingin menjelaskan duduk persoalan tentang kosmetik seharga 4,2 juta rupiah, korban akhirnya mendatangi kediaman pelaku dengan mengendarai Honda Scoopy plat BK 5857 ABW dan disambut langsung oleh Ahen.

Karena tidak terima penjelasan korban, pelaku meminta uangnya dikembalikan.

Alhasil, keduanya terlibat cek-cok hingga akhirnya pelaku yang tidak terima penjelasan korban menjadi berang dan langsung membenturkan kepala gadis turunan tersebut ke dinding rumahnya hingga membuat Rika roboh tidak sadarkan diri.

Namun, Ahen Rika tersadar beberapa saat kemudian tida terima perlakuan Ahen terhadapnya.

Akan tetapi, hal itu tidak membuat Ahen berlaku surut dan langsung menghujamkan pisau ke leher Rika dan dadanya sebanyak enam tusukan hingga gadis berparas ini bersimbah darah.

Karena melihat korbannya masih bernafas, Ahen kembali menyayat kedua lengan hingga akhirnya pegawai kosmetik tersebut meregang nyawa.

Tersiar kabar, tewasnya pegawai toko kosmetik tersebut sempat dilihat oleh istri Ahen dari lantai dua kediamannya.

Namun, istri Ahen langsung kembali masuk ke dalam kamar.

Guna menghilangkan jejak, selanjutnya Ahen mengevakuasi jenazah dengan membungkus jasad Rika ke dalam kain dan plastik, lalu dimasukkan ke dalam koper dan dibungkus ke dalam kardus menggunakan lakban.

Baca Juga :   Dites Urin, Ratusan Personel Polrestabes Medan Negatif

“Usai membungkus jenazah Rika, Ahen bergegas dari rumah dengan mengendarai scoopy korban sembari membawa kardus berisikan jenazah Rika, dan selanjutnya meninggalkan sepeda motor korban dan kardus berisikan jasad wanita muda itu di samping gereja HKBP Ampera, Jalan Karya Rakyat Gang Melati I Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat,” ungkap Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi.

Setelah itu, orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini menjelaskan, dengan menumpang becak bermotor, Ahen kembali ke kediamannya.

“Petugas gabungan yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil meringkus tersangka dari kediamannya pada hari Rabu 6 Juni 2018 malam.

Selain itu, peraih Naskah Strategi Perorangan (Nastrap) terbaik Dikreg ke-26 Sespimti Tahun 2017 ini menerangkan, motivasi tersangka membunuh korban dikarenakan sakit hati karena pesanan kosmetik tak kunjung diterimanya.

“Jadi, kaitannya dengan korban, tersangka ini merupakan konsumen atau pelanggan kosmetik. Antara keduanya telah bertransaksi sebanyak enam kali. Namun, transaksi ketujuh barang yang dipesan pelaku tak datang. Nah dari situ, Selasa  malam korban mendatangi pelaku untuk menjelaskan terkait keterlambatan barang yang dipesan. Hingga berujung cek-cok dan pelaku akhirnya menghabisi nyawa korban,” terangnya.

Baca Juga :   Polsek Sunggal Cek Angkutan Lebaran di Pinang Baris

Saat diringkus, Alumnus Akpol Tahun 1994 ini menambahkan, tersangka melakukan perlawanan saat akan berupaya kabur.

“Tim terpaksa melumpuhkan tersangka karena berusaha melawan dan mencoba kabur. Dari hasil penyelidikan, kita temukan sejumlah barang bukti, pisau, HP, baju, kain, kardus, plastik dan sepeda motor,” tambah peserta terbaik Dikreg ke-26 Sespimti Tahun 2017 ini.

Usai ditembak, kata Dadang, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.

“Imbas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” tandas mantan Koorspripim Kapolri ini.

Ahen Mengaku Menyesal Habisi Nyawa Rika

Sementara itu, ketika ditanya oleh sejumlah awak media seputar aksi nekatnya menghabisi nyawa korban, Ahen mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya tersebut.

“Nyesal sekali sebenarnya. Aku emosi, ketika dia bilang kalau barang yang dibeli enggak bisa dikembalikan, dan aku meminta uangku kembali. Namun korban menagatakan tidak bisa uang kembali dan harus diganti dengan barang yang lain. Karena kata-kata dia itu aku langsung membunuhnya,” aku pria turunan Tionghoa ini dari balik sebo penutup wajahnya sembari menahan sakit karena temabakan pada bagian kakinya. (rj)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top