Hukum

Kasek SMKN 1 Medang Deras Tersangka, Praktisi Hukum : Korupsi Kerap Berjamaah

Matabangsa-Batubara : Penetapan oknum Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 1 Medang Deras, Kabupaten Batubara bukanlah final dari penanganan sebuah kasus korupsi.

Sebab, tindak pidana korupsi teramat jarang dilakukan seorang oknum, akan tetapi umumnya dilakukan secara berjamaah.

“Kita meyakini penanganan kasusnya belum final, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” kata aktivis hukum Sumatera Utara, Ahmad Yani, SH, menjawab matabangsa.com, menanggapi pemberitaan penetapan seorang tersangka oknum Kasek berinisial MB, S, Pd terkait pembangunan USB di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Kamis (7/6/2018).

Ditegaskan Yani, penetapan seorang tersangka adalah hasil penyidikan yang dilakukan pihak penegak hukum setelah mendapatkan bukti-bukti pendukung.

Dari situ dapat dilakukan pengembangan sehingga tidak menutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah.

“Kita meminta Tipikor Polres Batubara mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut hingga keakar-akarnya. Siapa yang terlibat segera ditetapkan sebagai tersangka dan jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batubara Mulyadi Sajaen, SH. MH melalui Kasi Intel Muhammad Harris,SH yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan korupsi pembangunan USB SMKN 1 Medang Deras dari penyidik Tipikor Polres Batubara, tanggal 31 Mei 2018 lalu.

Baca Juga :   Penyebar Berita Bohong Dilaporkan Tim Zaroky ke Polres Batubara

Dalam SPDP kasus ini, lanjut Harris ditenggarai adanya kerugian negara mencapai Rp 400 juta lebih. “Sudah ditetapkan seorang tersangka yakni oknum Kasek SMKN1 Medang Deras berinisial MB,” ujarnya.

Saat ini, katanya, pihak Kejari Batubara sedang mempelajari SPDP dan akan menyiapkan jaksa peneliti untuk mengikuti perkembangan penyidikan serta menunjuk jaksa peneliti berkas perkara.

Sebelumnya, Kanit Tipikor Polres Batubara Ipda Rudi Safrizal, kepada wartawan juga membenarkan bahwa pihaknya telah mengirim SPDP dugaan korupsi pembangunan USB SMKN1 Medang Deras dengan tersangka oknum Kasek MB ke Kejari Batubara.

Dalam kasus itu disebut-sebut adanya dugaan keterlibatan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Drs D MSi terkait proposal permohonan  perencanaan bantuan pembangunan USB SMKN 1 yang terletak di ujung Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara senilai Rp 2,4 miliyar rupiah.

Mantan Kadisdik, juga salah satu calon bupati Batubara pada pilkada bupati Tahun 2018 itu diduga mengajukan proposal yang tidak sesuai pejuntuk teknis Kemendiknas.

Namun sayang, konfirmasi terhadap mantan Kadisdik Batubara Drs D MSi lewat sambungan telepon tidak membuahkan hasil. (rel/rj)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top