Hukum

Wanita Muda Tewas Diduga OD di Diskotek

Matabangsa – Binjai :  Peristiwa tewasnya seorang wanita, pekerja salon di Binjai jadi sorotan.

Korban pengunjung sebuah diskotek kota Binjai.  ATN dikabarkan meninggal karena over dosis narkoba. Korban yang berinisial ATN (22) akhirnya diautopsi di RS Djoelham, Jumat (8/8/2019).

Hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih jelas apa penyebab kematiannya. Kasus kematian wanita muda ini masih dalam penyelidikan Polres Binjai. Berikut sejumlah fakta yang dihimpun

  1. Tubuh Korban Kejang-kejang

Dari Informasi dihimpun , ATN diketahui pekerja salon bulu mata, warga Dusun Banrejo, Desa Kwala Mencirim Kecamatan Sei Bingai Langkat.

Kabar ATN overdosis beredar di sejumlah sosial media yang dishare akun Facebok FR, juga di sejumlah grup WhatsApp warga Binjai.

Beredar video ATN mengenakan kaus ketat berbaju merah diduga over dosis setelah dilarikan dari diskotek CF atau TF.

Terlihat ATN sedang rebahan bersama temannya yang hendak menolong, tubuh ATN kejang-kejang dan bibir gemetar, ATN sempat dilarikan ke Rs Latersia di Jalan Soekarno-Hatta. Namun, nyawanya tak tertolong, hingga detik hela nafas terakhir diembuskan wanita muda ini.

  1. Keluarga Merasa Kematian Korban tak Wajar

Keluarga korban tidak terima atas kejadian ini sehingga memohon visum ke Polres Binjai. KBO Reskrim Polres Binjai, Ipda Ibrahim Sofi tak menampik bahwa dirinya ada menandatangani surat permohonan visum dari pihak keluarga korban.

Surat mohon dilakukan pemeriksaan dan dibuatkan autopsi mayat ditandatangani Ipda Ibrahim Sopi sesuai No pol Ver/ 156/ VIII/ 2019/ Reskrim yang dilayangkan ke RS Djoelham. Kendati demikian, KBO Reskrim pria berkepala plontos ini tak mau berbicara banyak dan terkesan menutupi, terkait dugaan korban over dosis menelan ekstasi di Diskotek CF.

Ia beralasan masih menunggu hasil visum. “Keluarganya merasa kan kematian korban tidak pas (wajar). Rumah sakitnya kurang tahu. Nanti lah tunggu hasil visumnya lah, aku cuma neken aja, nya,” pungkasnya. Seorang petugas RS Djoelham ditemui di depan ruang jenazah mengatakan, saat ATN dibawa ke RS Djoelham sudah tak bernyawa.

Katanya, ATN dibawa oleh pihak keluarganya untuk diautopsi.

“Tadi keluarganya yang bawa bang. Kemari sudah jenazahnya, sekitar jam satu siang lah masuk ke mari,” katanya.

 

  1. Detik-detik Meninggalnya ATN diduga overdosis

ATN mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Latersia‎, Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Jum’at dini jari (9/8/2019).

Video ATN meninggal yang  diduga penyebabnya sempat viral  ‎di media sosial Facebook. Akun medsos Fanii Ramadanii memosting video detik-detik ATN, kondisi tubuhnya kejang-kejang .

“Turut berduka cita iya sygg. Buatt peringgatann yangg sukak dugem. Kalokk nekan obatt jangan banyak kurang banyakk beginiilah terjadinyaaa. Boleh nekan tapii sekedarnya saja. Jangan berlebihan. Bantuu doain iya buat temanteman,” tulisnya.

Unggahan FT sampai viral dan dibagikan sejumlah warganet yang berasal dari Binjai. Kini, status FB Fanii Ramadanii sudah dihapus, namun telah beredar di sejumlah grup whtasapp. Hasil penelusuran Tribun Medan, ATN ‎merupakan anak bungsu dua bersaudara.

17 Agustus 2019 ini korban akan merayakan ulang tahunnya. Seorang wanita seumuran korban berinsial KY mengaku terkejut, dan tak menyangka mendengar kabar duka ATN telah meninggal dunia.

“Terkejut kali dapat kabar dia sudah meninggal dunia. Anaknya selama ini pendiam, baik orangnya. Sudah enggak ada orangnya, enggak baik lah menceritakan dia,” kata KY.

 “Selama ini kenal dia kerja di salon. Tapi sudah berhenti. Dia pengen buka salon di rumah. Bukan cuma bulu mata, apa saja bisa. Sedih tadi pagi saya mendengar kabarnya sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

Dugaan ATN OD, terbongkar dari surat visum No.Pol: VER/136/VIII/2019/Reskrim yang ditandatangani oleh KBO Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, Ipda Ibrahim Sopi.

“Nanti, tunggu hasil visum lah, aku cuma neken aja (tanda tangan). Keluarganya merasa kematiannya (korban) tidak pas (wajar),” pungkasnya.

  1. Diskotek pernah Digerebek Polda Sumut, Pemilik Diskotek Buron

Entah bagaimana, Diskotek CF atau Titanic Frog tetap beroperasi kendati pemiliknya telah ditetapkan sebagai tersangka dan jadi buronan Polda Sumut. Peristiwa meninggalnya pengunjung diskotek bukan kali pertama.  Seorang perempuan HR (15) pernah dicekoki ekstasi dan alkohol hingga diperkosa beramai-ramai (3/3/2019) silam.

Karena banyak kejadian yang meresahkan masyarakat, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut pernah menggrebek tempat hiburan milik ST.  Seluruh alat set Disc Jokey dan para pegawai, pengunjung hingga waiters dibawa ke Mapolda Sumut.

Data dihimpun, Sabtu (6/4/2019) pukul 20.00 WIB hingga Minggu (7/4/2019) pukul 04.00 WIB, Polda Sumut mengamankan sebanyak 52 orang yang terdiri dari 24 laki-laki dan 28 perempuan, pil happy five, ekstasi, miras dan sajam. Akibat digrebek Polda Sumut, Diskotek sempat vakum. Namun hanya sementara waktu saja, sampai ST mengganti nama usahanya dari TF menjadi CF.‎

 (TMC/*Sugandhi Siagian)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top