Sumut

Wakil Bupati Batubara, Domba Sumut Diminati Malaysia Untuk Kurban

Matabangsa-Medan: Upaya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadikan Sumut sebagai provinsi agraris dengan mendorong kabupaten/kota mengembangkan potensi pertanian dan peternakan di daerah masing-masing mulai membuahkan hasil. Di antaranya, Kabupaten Batubara yang dicanangkan menjadi sentra domba sudah berhasil mengekspor domba ke Malaysia.

Pada Idul Adha 1440 H baru-baru ini, sebanyak 250 domba yang disembelih untuk kurban di Johor Bahru, Malaysia, seluruhnya berasal dari Batubara. Bahkan, hewan kurban yang disembelih dalam Program ASNAF Mampu Kurban itu meraih The Malaysia Book Records dengan penyembelihan hewan terbanyak.

Foto: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau peternakan sapi yang berada di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut, baru-baru ini. Gubernur berharap seluruh pihak terkait perlu bersinergi untuk mengembangkan peternakan dan menggenjot produksi ternak, termasuk sapi, domba, kambing dan lainnya. Selain untuk konsumsi daging masyarakat, juga bisa diekspor ke berbagai negara. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu : Veri Ardian)

Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Prima menyebutkan, Pemkab Batubara membuka diri untuk mengembangkan bisnis ekspor domba dengan Asia Global yang sudah dimulai dalam tahun 2019. “Pemkab Batubara berkomitmen kuat untuk mengembangkan industri peternakan khususnya domba yang sudah memiliki pasar,” katanya.

Baca Juga :   Gubsu Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

Wakil Bupati Batubara yang ikut dalam acara Program ASNAF Mampu Kurban di Johor Bahru, Malaysia meraih The Malaysia Book Records itu mengaku merasa senang, domba ekspor dari Batubara itu mendapat respon positif dari masyarakat dan termasuk pemerintah Johor Bahru.

Dia menyebutkan, saat ini di 12 daerah Batubara ada pengembangan domba sekitar 38 ribu ekor,  kambing 22.000 ekor dan sapi 36.000 ekor. “Pemkab Batubara terus mengembangkan peternakan khususnya domba yang sudah memiliki pasar di Malaysia,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mencanangkan Kabupaten Batubara sebagai sentra cabai dan domba di Sumut, karena daerah ini memiliki lahan tanaman cabai dan pakan ternak tersedia cukup banyak.

“Dari ternak-ternak ini juga nantinya kita kembangkan pabrik kompos. Jadi kotorannya dimanfaatkan untuk pabrik kompos. Nah, hal-hal seperti ini yang saat ini sedang kita kembangkan. Strategi dan manajeman pertanian/peternakan yang sistematis,” ujar Edy Rahmayadi usai membuka Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Sumut ke IV Tahun 2019, di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (16/7).

Baca Juga :   Gubsu Minta Jangan Ada Lagi Pemadaman Listrik Saat Ramadan

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan, menjadikan Sumut yang agraris akan selalu menjadi prioritas utamanya, termasuk mensejahterakan kehidupan para petani dan nelayan. Untuk itu, berbagai strategi saat ini sedang disusun untuk menggenjot produksi pertanian Sumut.

Salah satu caranya, katanya, dengan memetakan produk-produk unggul tiap daerah kabupaten/kota Sumut. Misalnya dari sektor peternakan, Kabupaten Langkat dan Karo fokus pada ternak sapi, Humbang Hasundutan ternak kerbau, Batubara dan Sergai ternak domba.(dave)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top