Ragam

Ratusan Petani dan Masyarakat Berunjukrasa Tolak Pengesahan RUU Pertanahan

Medan – Matabangsa : Ratusan petani dan masyarakat yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Reforma Agraria dan Konsorsium Pembaruan Agraria berunjukrasa ke Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (23/9/2019).

Aksi yang digelar ratusan petani dan masyarakat itu menolak pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan.

Halim, salah seorang pengunjukrasa dalam orasinya menyampaikan, aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk penolakan terhadap akan disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan.

Jika RUU Pertanahan ini disahkan, menurut Halim, petani maupun masyarakat akan sangat mudah kehilangan hak-haknya atas tanah.

Karena, kata Halim, pihaknya menilai di RUU Pertanahan tersebut tidak memuat penyelesaian konflik-konflik agraria yang dialami oleh petani dah masyarakat secara umum.

Oleh karena itu, tegas Halim, petani dan masyarakat yang berunjukrasa hari ini menyampaikan tuntutan menolak RUU Pertanahan untuk disahkan sebagai undang-undang, karena kami menilai banyak pasal-pasal yang tidak berpihak kepada rakyat.

Kemudian, kata Halim, laksanakan Undang-undang Pokok Agraria tahun 1960 tanpa tawar menawar, segera berikan hak-hak kepada masyarakat adat dengan melegalkan wilayah tanah adat sebagai wilayah kekhususan.

Baca Juga :   Dikawal Polsek Medan Baru, Demonstrasi Kantor TPI Aman

Ditambahkan Halim, petani dan masyarakat meminta DPR tidak terburu-buru serta mengkaji ulang pembahasan RUU Pertanahan dengan berbagai ahli maupun pihak-pihak terkait.

Aspirasi pengunjukrasa itu diterima Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim dari Fraksi PKS, Faisal dari Fraksi PAN. (Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top