Ekonomi

HUT ke-114 PDAM Tirtanadi Ditandai Peluncuran L2TL-L3TL Dan Optimalkan Digital

Matabangsa-Medan: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan pusat Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2TL) dan Layanan Limbah Tinja Tidak Terjadwal (L2T3) pada puncak acara HUT ke-114 Tirtanadi, Minggu 15 Desember 2019.

Peresmian pusat layanan terbaru PDAM Tirtanadi ditandai dengan penekanan tombol dan pelepasan balon ke udara oleh Musa Rajekshah didampingi Sekdaprov Sumut Sabrina, Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumut Trisno Sumantri dan jajaran direksi.

Wagub berharap berharap Tirtanadi mengimplementasikan L2T2 dan L2T3 itu secara baik di lapangan, yakni turut membersihkan limbah cair dari rumah tangga dan air limbah perpipaan di wilayah Medan dan sekitarnya.

“Kita berharap agar proses akhir dari pelayanan limbah itu dapat digunakan untuk hal-hal yang produktif, seperti sebagai air bahan pemadaman kebakaran, menyiram tanaman dan linbah padat menjadi pupuk kompos maupun breket (arang),” ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri keluarga besar jajaran PDAM Tirtanadi tersebut, Wagub Sumut minta badan usaha milik daerah (BUMD) yang bernaung di bawah Pemprov Sumut itu agar terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

“Kita menginginkan PDAM Tirtanadi bukan hanya kelak bisa meningkat produksi air, namun lebih dari itu harus bisa memberikan kepuasan bagi pelanggan,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Dengan demikian, lanjutnya, kehadiran PDAM Tirtanadi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Dia juga minta PDAM Tirtanadi mampu menekan persentase kehilangan air atau water losses yang masih mencapai 30 persen.

Baca Juga :   Air PDAM Tirtanadi Berkualitas, Tidak ada Lagi Krisis Masyarakat Senang

Diakuinya, untuk menjadikan water losses hingga nol persen bukan hal yang mudah di tengah kondisi sebagian besar perangkat infrastruktur PDAM Tirtanadi, seperti pipa yang sudah tua.

Meski demikian, kata Ijeck, kendala tersebut tidak boleh membuat usaha untuk menekan masalah kehilangan air bersih tersebut menjadi terhambat.

Dikatakannya, upaya lain juga harus bisa dilakukan PDAM Tirtanadi karena tingginya persentase kehilangan air bersih tidak tertutup kemungkinan diperparah dengan dugaan pencurian air oleh oknum-oknum masyarakat.

“Pengawasan dan pemantauan yang intensif yang harus terus dilakukan, termasuk proses perbaikan secara cepat jika terjadi gangguan pada pipa,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Tirtanadi Trisno Sumantri mengatakan pengoperasian L2T2 dan L2T3 turut memperluas cakupan pelayanan PDAM Tirtanadi kepada masyarakat.

“Dalam hal pelayanan pengelolaan air limbah, Tirtanadi memiliki fasilitas pengolahan air limbah di Jalan Cemara, yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT),” paparnya.

Pada kesempatan itu, Trisno dalam kata sambutannya juga berjanji akan memperkuat komitmen BUMD yang dipimpinnya untuk meningkatkan kinerja pelayanan.

“Bersama Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, kami saling bahu membahu untuk terus bekerja keras bagaimana meningkatkan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Karena itu, Trisno mengaku memberanikan diri merubah tagline PDAM Tirtanadi, yakni ‘kami adalah publik service, perusahaan layanan masyarakat yang siap melayani masyarakat’.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan Pemprov Sumut yang selama ini banyak mendukung PDAM Tirtanadi dalam upaya memaksimalkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :   Dubes Perancis Resmikan Laboratorium Mikrobiology PT TLM

Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri, mengemukakan bahwa badan usaha milik daerah (BUMD) yang dipimpinnya itu menyadari perlunya untuk berevolusi seiring dengan perubahan yang terjadi ke arah digital.

Untuk itu, sasaran utama melakukan transformasi ke sistem pelayanan digitalisasi ini adalah untuk menjawab tantangan bisnis, yakni menghadapi era industri 4.0 dan era disruptif demi memenuhi harapan semua pemangku kepentingan. Selanjutnya, kata dia, menjalankan operasional perusahaan secara lebih efisien, efektif berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik.

“Untuk menjawab tantangan bisnis, PDAM Tirtanadi mendefinisikan IT strategi dan garis besar arsitekturnya dengan menggunakan “IT Management Framework,” paparnya.

Adapun tema pengembangan teknologi informasi PDAM Tirtanadi, yaitu Automate, Integrate, Realible, Impactful dan Secure yang disingkat dengan “AIR-IS”.

Pengertian Automate, yakni otomasi proses bisnis PDAM, menuju paperless dengan memanfaatkan teknologi terkini yang tepat guna. Integrate dimaknai dengan integrasi seluruh solusi, baik informasi dan data maupun aplikasi dan infrastruktur pendukung.

Realible, bertujuan memastikan solusi IT realible dan handal untuk mendukung realisasi obyektif dan visi misi perusahaan. Impactful, yakni memposisikan peran sistem teknologi informasi atau IT selalu berusaha untuk mengusulkan ide dan inisiatif yang berdampak besar bagi perusahaan.

Sedangkan pengertian Secure dalam tema pengembangan teknologi informasi PDAM Tirtanadi, yakni menerapkan standar keamanan kelas dunia yang mampu melindungi data dan informasi perusahaan serta pelanggan.

Penerapan sistem pelayanan berbasis digitalisasi tersebut akan diimplementasikan ke dalam peta jalan atau road map PDAM Tirtanadi tahun 2020-2024. Khusus untuk road map (quick win) tahun 2020, PDAM Tirtanadi telah menyusun sembilan rencana jangka pendek.

Baca Juga :   PDAM Tirtanadi Jaga Kualitas Air Cuci Pipa Transmisi 400 mm

Sembilan road map PDAM Tirtanadi 2020, terdiri dari pembangunan enterprise data management (untuk analisis business intelligence), serta pembangunan module finance dan accounting yang meliputi antara lain GL, AR, account payable dan budgeting.

Selain itu, manajemen sistem informasi, project monitoring tools, customer relationship management, dan IOT water distribution management.

Lebih efisien, melalui penerapan transformasi digital dan road map 2020-2024, Trisno meyakini manajemen PDAM Tirtanadi akan beroperasi secara lebih efisien dan transparan.

Air limbah

Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Tirtanadi, Abdi Sucipto, mengatakan pengelolaan air limbah lewat program L2TL dan L2T3 dilakukan sesuai dengan Permen PUPR Nomor 04/PRT/M/2017, dimana konsep pengelolaan air limbah domestik terdiri dari SPALD-S dan SPALD-T.

SPALD-S adalah pelayanan air limbah dengan melakukan pengurasan tangki septik tank secara berkala dan lumpur tinja yang berasal dari tangki septik diangkut dengan truk tinja dan dipastikan dibuang untuk diolah di IPLT.

Sedangkan SPALD-T, yaitu pelayanan air limbah sistem perpipaan, dimana air limbah domestik yang berasal dari rumah tangga, perkantoran, hotel dan lainnya dialirkan lewat sistem jaringan perpipaan ke IPAL.

“Ke depan, air limbah yg telah diolah di IPAL dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk pemadam kebakaran dan penyiraman taman kota,” ujarnya.(dave)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top