Medan

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga Minta Pemko Medan Jamin Ketersediaan APD di Toko 

Tim Siber Polri Waspadai Pelaku Penimbun dan Penjual Masker di Duga palsu melalui Facebook dan Intagram

Matabangsa-Medan: Sesuai hasil konfrensi pers dilaporkan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, dimana  menyebutkan bertambahnya Orang Dalam Pemantauan (OPD) menjadi 1976 orang, yang paling banyak salah satunya adalah di Kota Medan.

Hal ini harus menjadi perhatian lebih serius lagi bagi pemerintah Kota Medan dalam mencegah penularan virus corona Covid-19 tersebut. Himbauan Pemerinta Kota Medan bagi warga masyarakat untuk tetap di rumah dan mengurangi aktivitas diluar rumah salah satu tindakan preventif menangkis penularan virus Corona.

Namun, ditengah kepanikan masyarakat dan kepedulian mereka untuk melindungi diri dan keluarga dari penyebaran virus yang sudah memboming tersebut, warga masyarakat Kota Medan juga sangat kecewa ketika hendak membeli Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer maupun alat kesehatan lainnya. Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga SE MM di Medan, Rabu 25 Maret 2020.

Baca Juga :   Sering Banjir, DPRD Medan Nilai Kota Medan Mirip Kuali

Diakui Ihwan Ritonga, ditengah himbauan pemerintah agar masyarakat lebih sering melakukan bersih-bersih diri, namun kenyataan dilapangan, banyak warga masyarakat kesulitan untuk menemukan APD tesebut baik di toko apotek, kimia farma, swalayan dan lainnya.

Kelangkaan APD ini juga menjadi tanda tanya bagi semua pihak. Bentuk kepedulian dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik untuk membantu masyarakat mendonasikan alat kebersihan pelindung dari tersebut juga tertunda akibat kelangkaan barang-barang yang sangat berguna mengantisipasi penyebaran virus Corona tersebut.

“Saya akui saat ini masyarakat sangat kesulitan sekali untuk mendapatkan alat pelindung diri (APD) seperti masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya. Ini bukan lagi masalah biasa, ini sudah masuk dalam bencana, kita harus bersatu melawan Virut Corona, bukan malah ada yang mengambil keuntungan dalam situasi begini,” terang politisi dari partai Gerindra kota Medan ini.

Sambung Ihwan Ritonga yang juga Ketua TIDAR Sumut, masyarakat akan sangat kesulitan untuk melaksanakan himbauan pemerintah kota Medan untuk bersih-bersih, karena APD yang mereka butuhkan saat ini juga sangat langka ditemukan.

Baca Juga :   DPRD Medan Curigai Ada Permainan Pembayaran Lunas terhadap Pekerjaan yang Belum Tuntas

“Kepedulian masyarakat mengikuti himbauan pemerintah tentunya akan membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Corona. Masyarakat juga butuh sehat dan terhindar dari wabah virus Corona yang sudah merugikan semua pihak, himbauan bersih-bersih seharusnya disertai dengan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan alat pelindung diri. Jangan nanti jumlah ODP bertambah, pemko Medan juga yang akan kewalahan. Untuk itu mari kita sama-sama bekerja untuk menyelesaikan bencana yang udah mendunia ini, agar warga Kota Medan terbebas dari virus Corona (Covid-19),” tuturnya.

Tim Siber Polri Waspadai Pelaku Penimbun dan Penjual Masker di Duga palsu melalui Facebook dan Intagram

Selain itu, Ihwan Ritonga juga meminta aparat kepolisian melalui tim siber segera mewaspadai maraknya penjualan masker yang dilakukan lewat facebook dan Intagram diduga adalah modus penipuan.

Sebab, di tengah kepanikan masyarakat akan kebutuhan APD tersebut, sengaja dimanfaatkan oknum-oknum tertentu yang tidak betanggungjawab untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya disituasi bencana saat ini.

“Kita sangat berharap, secepatnya bencana Corona (Covid-19) ini segera berakhir. Dan bagi pelaku modus penipuan dengan menjual APD melalui akun facebook dan Instagram agar seger dilakukan penindakan oleh pihak tim siber Polri, karena pastinya ini sangat merugikan.”

Baca Juga :   DPRD Medan Kritik Kinerja Dinas PU Terkait Jalan Rusak

Selain itu, pengawasan harga  kebutuhan pokok seperti beras, minyak makan, sabun, minyak lampu, gula, tepung dan ikan, telor dan lainnya dapat tetap dikontrol oleh pemerintah Kota Medan melalui disperindag, dan dinas lainnya. Jika ada pelaku penimbunan dan menaikkan harga sesuka hati agar segera di tindak. Sebab, situasi saat ini Corona adalah musuh kita bersama, jadi marilah kita untuk bergotongroyong, tutup Ihwan.(dave)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top