185.015 Ha Konsesi PT Toba Pulp Lestari dan 447.000 Ha WKP Gunung Sibual-Buali Sorotan Baru Ekspansi Industri di Kawasan Toba

Nasional, Sumut63 Dilihat

matabangsa.com – Medan |  Ekspansi industri di kawasan Danau Toba kembali menuai perhatian setelah peta konsesi skala besar beredar di publik.

Sumber data dan peta yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), sebuah organisasi masyarakat sipil yang selama bertahun-tahun fokus melakukan advokasi, riset, dan pemantauan terhadap aktivitas pertambangan serta industri ekstraktif di Indonesia.

JATAM secara rutin merilis peta spasial, laporan investigatif, dan analisis dampak lingkungan berbasis data resmi pemerintah, citra satelit, serta temuan lapangan, sehingga informasi yang disajikan menjadi rujukan penting bagi publik dalam memahami dinamika penggunaan lahan dan potensi ancaman ekologis di berbagai daerah.

Data yang ditampilkan menunjukkan luas konsesi PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) mencapai 185.015 hektare. Angka tersebut menegaskan dominasi penggunaan lahan melalui izin industri kehutanan dan fiber di berbagai wilayah Sumatra Utara.

Di tengah sorotan publik, sejumlah titik industri besar muncul berdekatan dengan kawasan hutan dan pemukiman. Pada peta yang sama, WKP Gunung Sibual-Buali ditampilkan sebagai wilayah panas bumi yang berstatus eksisting seluas 447.000 hektare.

Aktivitas panas bumi ini beririsan dengan beberapa kecamatan yang dikenal memiliki ekosistem sensitif. Selain itu, PLTP Sarulla Unit 1, 2, dan 3 tampak sebagai salah satu infrastruktur energi terbesar di kawasan tersebut.

Di bagian selatan, terlihat 49.230 hektare kawasan konsesi PT Anugrah Rimba Makmur yang ikut menambah daftar penggunaan lahan industri besar. Industri mineral pun hadir melalui PT Agincourt Resources, tampak dari citra satelit bukaan lahan berukuran masif.

Kehadiran berbagai konsesi menghadirkan diskusi panjang mengenai keberlanjutan ekosistem Tapanuli. Sejumlah lembaga menilai penggunaan lahan berskala besar membutuhkan evaluasi menyeluruh.

Mereka menilai bahwa keberadaan industri serentak dapat menekan ruang hidup flora dan fauna endemik. Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan lingkungan di kawasan Tapanuli dikenal terus meningkat.

Persoalan deforestasi, erosi tanah, dan risiko bencana hidrometeorologi turut masuk dalam daftar perhatian. PT Toba Pulp Lestari tercatat memiliki pabrik utama yang berada tidak jauh dari area konsesi.

Potret pabrik tersebut terlihat jelas dalam inset foto di sisi kanan peta. Selain pabrik, tampak pula area pembangunan proyek energi seperti PLTA Batang Toru.

Kombinasi industri kehutanan, pertambangan, dan energi menjadikan kawasan ini titik penting diskusi publik. Warga berharap pemerintah memperketat pengawasan agar dampak lingkungan dapat ditekan dan tidak meluas.(***)

Tags : #Tapanuli, #TPL, #DanauToba, #IndustriEkstraktif, #Tambang, #EnergiPanasBumi, #LingkunganHidup, #BatangToru, #Sarulla,

Foto: Peta bukaan lahan industri di kawasan Danau Toba menampilkan konsesi PT Toba Pulp Lestari seluas 185.015 ha, proyek panas bumi 447.000 ha, area tambang PT Agincourt Resources, serta sejumlah infrastruktur energi dan kehutanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *