Hukum

BPOM: Ada 13 Produk yang Bahan Bakunya Mirip DNA Babi

Matabangsa-Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membenarkan sebanyak 13 produk yang memiliki bahan baku sejenis atau mirip enzyplex tablet. Namun, BPOM belum mau memberikan secara rinci penjelasan tentang 13 produk tersebut.

Kepala BPOM Penny K Lukito membenarkan 13 produk ini memiliki bahan baku mirip atau samadengan produk obat Enzyplex tablet yang mengandung Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) babi. “Tetapi bukan berarti pelanggarannya sama kan.Ini dipelajari lebih jauh (oleh BPOM) apa memang kandungannya tidak sesuai antara pre market dan post market,” ujarnya saat rangkaian ulang tahun BPOM ke-17, di Jakarta Pusat, Ahad (25/02/2018).

Dia mengaku, telah menyampaikan ke deputi atau pimpinan yang ada untuk segera mengambil alih mengenai masalah ini. Penny juga enggan menyebutkan secara detil 13 produk itu. Ia menegaskan, kalau hasilnya sudah jelas pasti akan diumumkan. Karena belum tentu produk-produk ini melakukan pelanggaran. “Belum sekarang, nanti akan ada waktunya,” katanya.

Penny menegaskan, akan memberikan sanksi tegas jika produsen produk ini melakukan pelanggaran. Sebelumnya masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar suplemen Viostin DS dan Enzyplex Tablet yang mengandung DNA babi. BPOM membenarkan bahwa dua produk ini mengandung bahan yang dilarang dikonsumsi umat Islam tersebut.

Tidak Tebang Pilih

Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklaim, tidak tebang pilih perusahaan obat dan makanan yang melanggar aturan. Pasalnya, BPOM akan semakin terbuka untuk mengabarkan, menginformasikan pada masyarakat apabila diketahui ada produk atau perusahaan yang terbukti melanggar.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pengawasan dan penjagaan obat dan makanan tidak tebang pilih. “Tidak ada tebang pilih karena basic-nya kerja BPOM adalah kompetensi, keprofesian. Jadi BPOM pemuh dengan orang yang profesional, ini hanya masalah timing,” ujarnya di sela-sela rangkaian ulang tahun BPOM ke-17, di Jakarta Pusat, Ahad (25/2).

Ke depannya, kata dia, BPOM akan semakin terbuka untuk mengabarkan, menginformasikan pada masyarakat apabila diketahui ada produk atau perusahaan yang terbukti melanggar. Jadi, dia berpesan, para pelaku usaha supaya berhati-hati.

“Kami membantu dalam mengembangkan industri obat dan makanan, tetapi pada saat perusahaan melakukan pelanggaran maka BPOM akan menegakkannya dengan tegas dan cepat,” katanya.

Apalagi, dia menegaskan, regulasi juga berubah. Jadi, BPOM tidak akan menunggu lama dan tidak memberikan kesempatan.(ROL/SS)

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top