Medan

Kota Batam Targetkan 9 Waduk Buatan Untuk Sumber Air Bersih

Matabangsa-Batam: Pasokan air bersih masyarakat Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau seluruhnya melalui lima waduk buatan yang sudah beroperasi.

Hal ini diungkapkan Kabid Pengelolaan Waduk Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Hadjad Widagdo saat menerima kunjungan wartawan unit Kantor Gubernur Sumut dalam rangka studi pengayaan wawasan ke Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Jumat (18/10).

Kunjungan dipimpin Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Harvina Zuhra dan Ketua Forum Wartawan Pemprovsu, Khairul Muslim. Kunjungan diterima Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Waduk, Hadjad Widagdo serta Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat BP Batam, Yudi Haripurdaya.

Kota Batam, kata Hadjad, dirancang  nantinya memiliki sembilan waduk buatan, namun yang baru beroperasi hanya lima waduk buatan. Masih ada empat waduk buatan lainnya di pulau-pulau lain yang belum dikelola.

Foto: Wartawan Unit Pemprovsu bersama Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Waduk, Hadjad Widagdo serta Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat BP Batam, Yudi Haripurdaya di depan Kantor BP Batam, Jumat 18 Oktober 2019.

Dalam pengelolaan air bersih, BP Batam menyerahkannya kepada PT Adhya Tirta Batam (ATB). PT ini juga dinilai berhasil dalam mengelola air bersih di Batam. Terbukti hingga saat ini sudah 95 persen yang mendapatkan manfaat air bersih tersebut. “Dan terbukti air yang tidak terpakai di Pulau Batam sekitar 15-18 persen,” sebutnya.

Kelima waduk buatan yang telah beroperasi sebagai penyedia air bersih di Kota Batam itu, sebut Hadjad, Waduk Sei Baloi dengan volumen 270.000 meter kubik dan kapasitas 60 liter/detik, Waduk Sei Ladi dengan volume 9.490.000 meter kubik dan kapasitas 270 liter/detik.

Kemudian, Waduk Muka Kuning dengan volume 12.270.000 meter kubik dan kapasitas 310 liter/detik, Waduk Sei Nongsa dengan volume 720.000 meter kubik dan kapasitas 110 liter/detik, Waduk Duriangkang dengan volume 78.180.000 meter kubik dan kapasitas 3000 liter/detik serta Waduk Sei Harapan dengan volume 3.600.000 meter kubik dan kapasitas 210 liter/detik.

Empat waduk yang belum dikelola atau belum beroperasi, yaitu Waduk Tembesi dengan volume 41.876.080 meter kubik dan kapasitas 600 liter/detik, Waduk Rempang dengan volume 5.166.400 meter kubik dan kapasitas 232 liter/detik dan Waduk Sei Gong dengan kapasitas 20 liter/detik.

Dipaparkan Hadjad, untuk penyediaan air bersih, pihaknya hanya mengandalkan air hujan dan ditampung di waduk buatan. Kota Batam, kata Hadjad, curah hujannya cukup tinggi, 2400 mm per tahun.

Terpenting katanya, dalam pengelolaan air ini, BP Batam mengedepankan pelayanan bukan pendapatan. Mengingat ketersediaan air ini merupakan visi Pulau Batam. Investor yang ingin berinvestasi ke Batam juga melihat hal ini. “Karena ini sudah visi kita, masterplannya harus dibuat bagus. Uji kelayakannya benar-benar. Jangan sampai kita sudah membuat, diulang lagi,” katanya.

Pemprovsu

Sementara itu Harvina Zuhra menyebutkan bahwa kunjungan ke Pulau Batam ini sudah dua kali dilakukan Pemprovsu. “Ini bukan yang pertama soalnya. Hanya saja pada kunjungan kali ini kita memang memfokuskan pada pengelolaan air dan limbah di Batam. Sehingga pulang dari sini ada masukan untuk para wartawan,” ucapnya.

Terakhir Ketua Forum Wartawan Pemprovsu mengatakan bahwa ada 80 an wartawan yang terverifikasi untuk meliput di Pemprovsu. “Dari 80 itu terjaring lagi 31 wartawan yang saat ini mengikuti kegiatan pengayaan wawasan wartawan tersebut,” ucapnya.(dave)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top