TMMD

Rumah Anti Bencana TMMD ke-106 Kodim 0204/DS, Wujudkan Mimpi dalam Kebersamaan

Memiliki rumah permanen sebelumnya mungkin hanya ada dalam mimpi Horaimin boru Damanik. Ia sama sekali tak pernah membayangkannya. Himpitan hidup membuatnya mustahil untuk memiliki rumah yang layak.

Namun TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0204/DS telah menepis kemustahilan itu. Dalam hitungan hari ia bakal menempati rumah baru. Rumah di Dusun 5, Desa Pispis, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara itu, bukan rumah biasa. Tapi rumah tahan bencana angin puting beliung.

Janda lima anak ini sudah puluhan tahun berlindung di rumah yang sangat tidak layak. Rumah berukuran 6×9 meter yang ditempatinya selama ini berdinding tepas dan beratap seng. Teras rumahnya belum dilapisi semen.

Rumah itu tak sepenuhnya melindungi Horaimin dari terpaan angin malam. Kala hujan air pun kerap menembus beberapa bagian rumahnya.

Kondisi itu dialaminya selama puluhan tahun. Jangankan untuk mengganti dengan bangunan baru, memperbaiki bagian-bagian yang rusak saja sudah jadi beban berat.

Di usia senja (80 tahun), tenaganya tak lagi mampu untuk bekerja sekadar mencukupi kebutuhannya. Untuk makan sehari-hari ia harus menunggu anak-anaknya selesai masak dan mengantar ke rumahnya. Untungnya anak-anak Horaimin tinggal tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka tinggal di samping dan belakang rumah Horaimin.

Kondisi mereka juga tak jauh beda. Sudah terbebani dengan kebutuhan keluarga masing-masing. Untuk menemaninya tidur malam, salah seorang cucu setia menjadi pendampingnya.

Awal Juli lalu, Horaimin kedatangan seorang tamu, Lettu Kav Sudirno. Pasiter Kodim 0204/DS itu menjumpainya untuk memberitahu bahwa rumahnya di Dusun 5 Desa Pispis, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai telah terpilih menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-106 Kodim 0204/DS.

Lettu Kav Sudirno pun menjelaskan secara rinci maksud kedatangannya menemui Horaimin. Tentang rumahnya yang akan direhab dan diganti dengan yang baru. Horaimin hampir tak percaya. Tapi seragam tentara yang dikenakan tamunya seketika menepis ketidakpercayaan itu.

Baca Juga :   Di Tengah Tugas TMMD, Prajurit TNI Tak Lupa Beribadah

Pada 2 Oktober 2019 lalu janji itu terbukti. Rohaimin termangu ketika delapan prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD membongkar rumahnya. Puluhan tahun dia melewati hari-harinya di rumah tersebut. Cukup banyak kenangan terukir di dalamnya. Kesusahan dilewatinya tanpa bisa protes kepada siapapun. Nasib sudah menggariskan Horaimin untuk berteduh seadanya di situ.

Kenangan itu kini rubuh bersama rumahnya. Tangan-tangan kekar yang akrab dengan senjata kini mulai menghilangkan satu persatu rangakaian kenangan itu dan mencoba menggantinya dengan kenangan baru.

Dalam proses pengerjaannya, delapan prajurit Satgas harus berjibaku dengan cuaca. Bukan terik matahari, tapi curah hujan yang sangat tinggi. Setiap turun hujan, pekerjaan terpaksa dihentikan. Namun bukan berarti waktu yang terbuang menjadi sia-sia. Pantang bagi prajurit menyerah dengan kondisi alam.

Siang hujan, pekerjaan dikebut malam. Hujan tiga jam, diganti lembur dengan jumlah jam yang sama. Tak ada waktu terbuang sia-sia. Semua itu dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan kepada rakyat.

Begitupun tak sepenuhnya bisa memenuhi jadwal yang telah ditetapkan. Pasalnya hujan membuat jalan yang baru saja dilebarkan menjadi becek bahkan berlumpur. Akibatnya distribusi material sering terhambat.

Letkol Kav Syamsul Arifin SE, M.Tr (Han), berujar percobaan pembangunan rumah model tahan bencana puting beliung dalam TMMD ke-106 ini, didasari atas seringnya bencana puting beliung melanda Kabupaten Sergai dan Deliserdang.

“Atas dasar tersebut, Pangdam I/BB memerintahkan Zidam I/BB membuat konstruksi bangunan dengan rumah tahan bencana puting beliung. Pembangunan rumah sekaligus disumbangkan kepada masyarakat tidak mampu,” katanya.

Letkol Syamsul Arifin menerangkan secara rinci pembangunan dan keunggulan rumah tersebut jika dibandingkan rumah pada umumnya, seperti bentuk bangunan oktagon untuk antisipasi arah puting beliung yang berputar, ukuran luas bangunan prototype 43 meter persegi (bisa dikembangkan atau disesuaikan keinginan), memiliki penahan angin untuk melindungi atap dan struktur atap serta kuda-kuda diklemp dengan kuat pada ringbal, model aerodinamis untuk mengalirkan kekuatan angin agar berkurang daya rusaknya, struktur bangunan kokoh menyatu dan saling mengikat, memenuhi syarat membangun rumah aman dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) dan menggunakan bahan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga :   Puluhan Mahasiswa Tanam Pohon Magrove di Sicanang Belawan

Secara teknis pengerjaan rehab RTLH milik Horaimin butuh kecermatan tinggi. Perwira Pengawas (Pawas) TMMD ke-106 Kodim 0204/DS pada sasaran RTLH rumah Horaimin, Kapten Arm Rohani mengatakan, dibutuhkan kecermatan tinggi untuk membangun rumah anti angin puting beliung. Bentuknya persegi delapan (oktagon). Lebar setiap sisi dinding dan atapnya harus presisi.

“Kita butuh kecermatan untuk merehab RTLH ini, karena bentuknya tidak biasa. Perlu perhitungan yang cermat dan harus presisi lebar setiap sisi dan atapnya,” ujar Danramil 16/DMS Kodim 0204/DS itu.

Rumah tahan bencana angin puting beliung ini merupakan salah satu dari dua sasaran fisik rehab RTLH. Satu lagi di Dusun 2 Desa Pispis, Kecamatan Sipispis milik Sarwanto.

Secara keseluruhan TMMD ke-106 Kodim 0204/DS mengerjakan empat sasaran fisik. Dua sasaran rehab RTLH, pembuatan jembatan penghubung Desa Pispis dengan Desa Silau Padang dan pembuatan jalan sepanjang 1.000 meter.

Kini Horaimin bisa tenang menghabiskan sisa hidupnya. Dia tidak lagi perlu was-was setiap hujan turun. Rumah tahan angin puting beliung sudah bisa melindunginya.

Ia pun berkali-kali mengutarakan perasaan terima kasihnya. Saat dikunjungi Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes Angkatan Darat (AD) Mayjen TNI Hassanudin SIP, MM, 18 Oktober 2019 lalu, wanita renta itu menangis dan mengucapkan terima kasih di pelukan jenderal bintang dua itu.

Kepada wartawan, termasuk Matabangsa.com, wanita itu juga nyaris tak mampu berkata-kata. Setiap pertanyaan hanya dijawab dengan anggukan dan gelengan kepala. Tapi siapapun tau, jauh di lubuk hatinya kegembiraan luar biasa sedang membuncah. “Senanglah pokoknya,” itulah akhirnya kata yang keluar.

Baca Juga :   Personil TMMD 106 dan Warga Laksanakan Doa dan Yasinan Bersama

Namun kebahagiaan terbesar justru dirasakan Dandim 0204/DS, Letkol Kav Syamsul Arifin, SE, MTr (Han). Tak saja, karena selesainya rehab dua RTLH dan pembangunan jalan sepanjang 1.000 meter. Tapi juga pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Pispis dengan Silau Padang. Jembatan sepanjang 40 meter, lebar 3 meter dan tinggi 15 meter yang membentang di atas Sungai Bah Bolon itu merupakan dambaan masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Sebelumnya warga kedua desa hanya dihubungkan oleh jembatan gantung selebar 1 meter dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua. Jembatan itu belum sepenuhnya bisa membuka akses warga Desa Pispis ke desa-desa lainnya. Meski jarak Desa Pispis dengan jalan provinsi yang menghubungkan tiga kabupaten, Serdang Bedagai – Tebing Tinggi – Simalungun, hanya 250 meter, namun kendaraan roda empat harus memutar sejauh 20 km untuk mencapainya.

Kondisi itu membuat sebagian besar warga belum bisa menikmati sepenuhnya hasil kebun mereka. Tingginya biaya distribusi telah memangkas hasil kebun.

Melalui TMMD Kodim 0204/DS dambaan masyarakat pun terwujud. Terjalnya lokasi pembangunan jembatan, cuaca yang tidak bersahabat berhasil diatasi dengan semangat gotong royong personel Satgas dan masyarakat. Jembatan yang seharusnya dikerjakan dalam tempo enam bulan, berhasil diselesaikan sebulan.

“Kinerja ini bukan hasil dari pekerjaan kami sendiri, melainkan ada partisipasi masyarakat di dalam bergotong royong bersama untuk mensukseskan program Satgas TMMD di wilayah Sipispis ini. Melalui kegiatan ini kemanunggalan TNI dan rakyat terekat kuat. Budaya gotong royong yang menjadi sebagai ciri khas Bangsa Indonesia pun tetap terjaga,” ucap Dandim. (susilo)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top