Serdang Bedagai

Pemkab Sergai Terima 5.813 Kartu Tani bagi Petani di Kabupaten Sergai

Matabangsa-Sei Rampah: Kementerian Pertanian melalui PT Bank BNI (Persero) menyalurkan Kartu Tani untuk 5.813 petani di Sergai tahap pertama ditujukan 11 kecamatan di Serdang Bedagai.

Penyerahan Kartu Tani diserahkan Pimpinan BNI Cabang Tebing Tinggi Maralun Sitompu SE kepada Kadis Pertanian Radianto Panjis SP MMA disaksikan Bupati SErgai Ir H Soekirman di Aula Dinas Pertanian Kab SErgai Kecamatan Sei Rampah Selasa 2 Juni 2020.

Hadir dalam penyerahan Kartu Tani PPL (penyuluh pertanian lapangan), Gapoktan, Poktan, Petani Penerima Kartu Tani dan para Penyuluh Pertanian.

Sambutan Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA Kartu Tani diserahkan pada tahap pertama ini berjumlah 5.813 kartu yang dialok untuk 11 (sebelas) Kecamatan yaitu Kecamatan Sei Rampah, Pegajahan, Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar, Perbaungan, Tanjung Beringin, Bintang Bayu, Sei Bamban, Teluk Mengkudu, Dolok Masihul dan Pantai Cermin. Selanjutnya untuk 6 Kecamatan lagi akan menyusul pada penyerahan kartu Tani tahap kedua.

Kartu Tani ini memiliki beragam manfaat antara lain dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi, menjual hasil panen tanpa perantara, kemudahan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemudahan mendapatkan bantuan sosial dan bantuan bersubsidi, serta dapat digunakan sebagai tabungan.

Baca Juga :   Pemkab Sergai dan Polres Sergai Semprot Disinfektan 4 Kecamatan dan Jalinsum

Sedangkan Pimpinan BNI Cabang Tebing Tinggi, Maralun Sitompul, SE mengatakan penyaluran Kartu Tani oleh Kementerian Pertanian dipercayakan kepada PT Bank BNI (Persero) untuk 5.813 petani di Sergai pada tahap pertama tahun ini.

Selanjutnya bagi para penerima kartu tani dalam bentuk ATM ini dapat menggunakannya untuk belanja pupuk, pestisida dan lainnya sesuai ketentuan di e-Warung bekerjasama dengan BNI yang ada didesa-desa.
Subsidi sampai ke masyarakat melalui Kartu Tani ini dengan adanya keuntungan-keuntungan dari pemegang kartu tani ini.

Sementara itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan kita akan memasuki suasana new normal mengatur orang kembali melaksanakan kegiatan seperti biasa namun dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.
Apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PT. Bank BNI dengan Kartu Tani dan e-Warung sebagai sebuah terobosan ekonomi yang sangat baik sejalan dengan visi Kabupaten Sergai yang Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan.

Kartu Tani dalam bentuk ATM ini adalah termasuk uang elektronik atau e-money, yang dalam hal ini dapat menghindarkan kita dari peredaran uang fisik yang rentan dapat membawa virus Covid-19.

Baca Juga :   Soekirman Dan Darma Buka Musrenbang RKPD 2021 Sergai

Menurutnya, Kartu Tani ini mendukung pembangunan daerah, kita memiliki slogan Pataya (Pangan, Pariwisata, dan Budaya). Kenapa pangan, sebab dalam suasana pandemi seperti ini, makanan sebagai sumber kehidupan adalah hal yang tidak boleh berhenti adanya stok pangan bagi manusia. Kemudian Pariwisata yang sangat penting bagi pemasukan daerah sejalan dengan dekatnya jarak tempuh antara Medan-Sergai melalui jalan tol.

Selanjutnya budaya adalah budaya tani yang tidak dapat kita lepaskan dari kehidupan manusia yang membutuhkan sumber bahan pangan melalui pertanian antara lain budaya organik.

Dalam pertanian yang baik, jangan dilupakan tiga hal yaitu Kebijakan, Kelembagaan dan Kebersamaan.
Kebijakan negara melalui Kostra Tani mengatur sistem komando garis yang sejalan dengan Kelembagaannya yang ada sampai tingkat desa yang menciptakan kebersamaan melalui Kostra Tani tersebut. Dengan masih baiknya sisi pertanian, pariwisata dan budaya, kita optimis Indonesia tetap survive meski ditengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh bangsa didunia.

Soekirman mengatakan dalam pertanian juga ada politik yang harus kita masuki sebagai masyarakat petani dan penyuluh yaitu Politik Pertanian. Sebab dalam Politik Pertanian tersebut yang pertama kita harus berfikir untuk surplus, kita bertani adalah untuk mencapai hasil yang lebih banyak dari sebelumnya. Yang kedua adalah Swasembada, dan yang ketiga adalah sejahtera.

Baca Juga :   Resmi, ASN Sergai Terapkan Kebijakan "Bekerja Dari Rumah"

Untuk apa surplus dan swasembada jika tidak sejahtera. Jadi politik pertanian itu bertujuan menciptakan petani yang sejahtera, penyuluh sejahtera dan pemerintah yang sejahtera.(das)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top