Nias

Tersangka Pengedar Narkotika Tergulung Sat Resnarkoba Polres Nias

Narkotika

Matabangsa.-Gunungsitoli: Sungguh apes nasib dua tersangka pengedar narkotika golongan 1 ini, memanfaatkan situasi pandemik Covid-19 mereka melaksanakan aksinya dengan mengedarkan sabu di wilayah hukum Polres Nias.

Akan tetapi, berkat kesigapan personil Polres Nias yang senantiasa menjaga keamanan dan kekondusifan wilayah hukumnya, maka setiap aroma kejahatan senantiasa tercium oleh aparat. Dan sudah dipastikan pelanggaran tersebut berakhir dengan penangkapan pelaku.

 

Seperti disampaikan Kapolres Nias melalui konferensi pers hari ini, rabu 22 juli 2020 pagi. Bertempat di Lobi Polres Nias Dua orang tersangka berinisial EH alias AE dan MZ alias AL ditangkap oleh Satnarkoba Polres Nias Didua lokasi berbeda di Kota Gunungsitoli.

EH alias AE yang bekerja sebagai wiraswasta ini, ditangkap Pada hari Sabtu tanggal 11 Juli 2020 sekira pukul 18.00 Wib. Di Jalan Kartini II, Kel. Pasar Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli (Gedung Sekretariat Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias).

Dengan barang bukti yang di Sita dari Tersangka EH yakni 1 (satu) buah plastik gelap transparan berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu. 1 (satu) batang paku, 1 (satu) batang pipa kaca transparan, 6 (enam) batang pipa platik warna transparan, 2 (dua) batang pipa plastik yang ujungnya berbentuk bengkok, 1 (satu) lembar gulungan kertas timah warna silver, 1 (satu) buah mancis tanpa tutup kepala

Baca Juga :   Terkait Narkotika, Nelayan Tanjungbalai Diringkus Polisi

1 (satu) buah tutup botol air mineral merek Aqua yang terdapat dua buah lubang, 1 (satu) buah botol air mineral merek Aqua ukuran 600 ml berisi air dan terdapat dua buah lubang pada tutup botolnya.1 (satu) unit sepeda motor merek Yamaha R15 warna Biru Putih dengan nomor polisi : B 3141 EFH.1 (satu) unit handphone merek Oppo tipe A3s warna merah.

Sementara MZ alias AL ditangkap pada hari Sabtu tanggal 11 Juli 2020 sekira pukul 22.00 Wib. Di Ononamolo Alasa, Desa Ononamolo Alasa, Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara. Barang Bukti Yang di Sita dari Tersangka MZ yakni 8 (delapan) buah plastik transparan berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu, 2 (dua) buah plastik klep transparan, 1 (satu) buah tas kamera warna hijau, 1 (satu) buah kotak plastik warna hitam transparan, 11 (sebelas) batang pipa kaca transparan, 2 (dua) batang pipet bengkok.

1 (satu) batang pipet yang ujungnya runcing, 1 (satu) batang besi ukuran kecil yang ujungnya bengkok, 1 (satu) batang jarum suntik, 3 (tiga) buah karet kompeng, 2 (dua) buah mancis warna biru tanpa tutup kepala, 2 (dua) buah mancis warna hijau tanpa tutup kepala, 1 (satu) buah botol tranparan merek Tickets yang pada tutup botolnya telah tertancap dua batang pipet plastik transparan, 1 (satu) unit handphone merek oppo warna putih, dan 1 (satu) unit handphone merek Vivo warna hitam biru.

Baca Juga :   Kadisdiksu: Guru Penganiaya Siswa SMAN 1 Amandraya Terancam Diberhentikan

Deni dalam pemaparannya mengatakan “Kronologis Kejadian Berdasarkan informasi dari masyarakat, personil Sat ResNarkoba Polres Nias melakukan penagkapan terhadap tersangka pada hari Sabtu tanggal 11 Juli 2020 sekira pukul 18.00 wib di Jalan Kartini II, Kel. Pasar Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli (Gedung Sekretariat Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias) yang bernama EH (TSK I) dan padanya ditemukan barang yang diduga sebagai narkotika jenis sabu sebanyak 1 paket serta barang bukti lainnya yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Kemudian ungkapnya

Berdasarkan pengakuan EH (TSK I) bahwa narkotika jenis sabu dia peroleh sebelumnya dari MZ (TSK II). Dan anggotapun akhirnya dengan gerak cepat berhasil membekuk tersangka kedua. Berat Total Barang Bukti yang kita peroleh, Total berat Bruto : 7 (tujuh) Gram. Ujar Kapolres

Selanjutnya, Modus Operandi pelaku yakni melakukan peredaran gelap narkotika didaerah terpencil dengan tujuan agar tidak mudah terdeteksi oleh penegak hukum.

Terhadap kedua tersangka kita kenakan Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) dari Undang – undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun”. Tutur perwira Muda ini. (T Harefa)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top