Opini

Maruli Siahaan, Satu-satunya Dansui

Maruli Siahaan

Matabangsa-Medan: Menyebut nama Maruli Siahaan, sontak diingatkan istilah Dansui (Komandan Sui). Julukan untuk polisi ‘cantik’, baik, bagus, royal dan lainnya. Itu maknanya dalam bahasa Tionghoa.

Kombes Pol Dr Maruli Siahaan SH MH, saat gema takbir Idul Adha, Kamis pekan lalu, di kantor sekuriti Jaguar J City, Medan Johor, masih sibuk di meja kerjanya. Kebetulan, mantan Kabid Hukum Polda Sumut itu, ngajak ngopi. Pangkat Komisaris Besar itu didapat sesuai TR Kapolri kepada Kapolda Sumut Nomor:STR/27/1/KEP/2019. Tertanggal 17 Januari 2019.

Disitu baru saya tahu, kenapa sang motivator pembangkit jiwa ksatria itu dijuluki komandan cantik. Nick name itu ternyata didapat dari sahabatnya Sastrawan Sembayang. Polisi juga.

Mereka, Maruli dan Sastrawan, seregu di penjagaan sel Polsek Medan Baru. Satu regu terdiri dari 10 orang. “Kalau saya tidak salah sekira tahun 85 atau 86 gitulah. Pangkat saya masih Sertu (Briptu) dan saya komandan regu, kala itu. Nah pak Sastrawan itu yang sering manggil saya Dansui, artinya komandan ”cantik’. Akhirnya semua (anak buahnya) ngikut,”urai ayah empat putra itu.

Gelar komandan ‘cantik’ ini pun makin mendarah daging, bahkan mengalahkan pamor real name Maruli Siahaan. “Iya sejak itulah julukan Dansui itu booming sampai sekarang. Bukan cuma disini (Medan) saja, tapi juga di Surabaya dan Kupang. Karena cuma saya satu-satunya Dansui,”katanya sambil tersenyum.

Julukan mulanya muncul gara-gara setiap ada kasus, anggotanya selalu bertanya dan Maruli pun rajin balik bertanya perkembangan. Bahasa sekarang, dikenal dengan diskusi anev (analisa sekaligus evaluasi).

“Gimana kasusnya ini, penelusuran, penyelidikan dan penyelesaiannya Sui nggak?”sebutnya, sambil kedua matanya menerawang seolah mereview masa lalu.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Pecandu Sabu-sabu di Pondok Grompol

Maka setiap pertanyaan itu muncul, jawaban semua anggota pun kompak. “Sui loh komandan,”kata Maruli.

Maruli memang begitu. Selalu melibatkan argumen anggota dan meminta petunjuk atasan dalam mengambil keputusan. Dia juga membiasakan agar masalah kerjaan tidak terbawa ke rumah.

“Saya bawa diam dan santai. Saya tidak mau membebani istri dan anak-anak dengan urusan pekerjaan,”katanya lagi.

“Rumah itu untuk santai bersama keluarga. Makanya, saya tidak pernah sekalipun anak-anak, walaupun sedang ada problem saat menangani kasus. Saya pendam saja, karena saya yakin pasti bisa dan ada jalan dikasih Tuhan,”tambahnya.

Nah berkat kiat ini pula, Dansui berhasil mengungkap kasus-kasus besar. Salah satunya pembunuhan berantai oleh Dukun AS.

Ahmad Suradji adalah seorang pelaku pembunuhan terhadap 42 orang wanita yang mayatnya dikuburkan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara dari tahun 1986 hingga 1997.

Nama Dansui juga pernah harum bila dikaitkan dengan kasus Henny Br Silalahi, mahasiswi Nomensen yang di perkosa dan dibuang ke sumur di Percut, beberapa tahun silam.

Kasus GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dengan mengamankan 12 pucuk senpi membuat Dansui semakin diperhitungkan. Pun dengan pengungkapan kasus bom walikota, Sukarame, Labuhan Deli, Amplas dan bom Natal, serta kasus perampokan besar di kota ini, pernah dituntasknnya. Selain itu ,kasus mayat dimutilasi dan penggerebekan 3 ton ganja serta puluhan ribu butir pil ekstasi.

Selain sosok polisi gesit dan handal mengungkap kasus, Dansui juga dikenal agak unik. Diajak ngobrol, selalu kurang fokus. Kedua mata dan jari jempolnya rajin memandangi hape. Disinggung soal itu, Maruli hanya nyengir. “Oh gitu ya,”imbuhnya spontan.

Baca Juga :   Baskami Desak Pemko Medan Tuntaskan Pelebaran Jalan di Medan Johor

Maruli Siahaan, berasal dari keluarga petani miskin. Pendiri GM-Marsia, Mario Oktavianus Sinaga, diportal berita, menyebut, Maruli, selalu dekat dengan elemen masyarakat.

“Kami mengenal Kombes Pol Maruli sebagai sosok yang santun, lagi baik. Sosoknya perhatian dan suka menolong siapapun tanpa memandang golongan,”puji Mario.

“Beliau itu teman segala suku dan agama dimana pun beliau bertugas,”tambahnya

Maruli merupakan pria kelahiran Desa Lobu Siregar Kecamatan Siborong-borong Tapanuli Utara. Lahir ke bumi pada 3 April 1961 silam.

Lahir dari keluarga petani, Maruli dididik keras dan disiplin. Sejak kecil dia sudah kepincut dengan seragam polisi.

Maruli SiahaanMemulai karier di kepolisian di Polda Sumut Tahun 1982, Tahun 1986 personel Polsek Delitua, 1987 Polsek Medan Baru, 1989 Serse Poltabes Medan.

Kemudian terhitung 1 April 1993 menjadi Kanit VC Sat Reskrim Poltabes Medan. Desember 1999 diangkat menjadi Kapolsek Medan Teladan.

Selanjutnya, Mei 2001 pindah tugas jadi Kapolsek Medan Baru hingga dipercayakan menduduki jabatan sebagak Kasat Reskrim Polresta Medan sampai tabes atau yg dikenal skrg Polresta Medan hingga Pebruari 2012. Sekarang Polrestabes Medan.

Maruli pernah dipindah tugaskan sebagai Pama Polda Sumut pada 2005. Kemudian menjadi Kaur Mindik Bid Korwas PPNS Bareskrim Polri.

Pada April 2006 ditugaskan ke Polda NTT (Nusa Tenggara Timur), lalu Pamen Polda Jatim sejak 23 September 2008. Tak lama Maruli didapuk menjadi Panit Sai Idik Ditnarkoba Polda Jatim, lalu Juni 2009 menjabat sebagai Pok Advokad Bidbinkum Polda Jatim.

Baca Juga :   Maruli Siahaan Jabat Presiden Lions Club Medan

Selanjutnya diberi jabatan Kasubdit IV/Sumdaling Ditreskrimsus Polda Jatim Mei 2010. Tiga tahun kemudian, menjadi Kasubdit IV/TipidTer Ditreskrimsus Polda Jatim.

Selama hampir 10 tahun bertugas di luar Sumatera, Maruli pulang kampung ke Sumut. Ketika itu pangkatnya AKBP. Dia diangkat sebagai sebagai Wadir Reskrimsus Polda Sumut sejak 5 Juni 2015.

Dua tahun berselang, 2017, Maruli menjadi Wadir Reskrimum Polda Sumut. Pada 5 Januari 2018 dipercayakan mengemban tugas menjadi Kabag Binops Roops Polda Sumut. Lalu terhitung 14 Oktober 2018, diangkat menjadi Kabid Hukum Polda Sumut.

Selain mendapat kenalikan pangkat Kombes, Maruli juga mendapat menyandang dua tanda jasa, Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun dan Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun. Maruli juga pernah di BKO Poso.

“Saya bisa seperti sekarang karena tidak pernah lupa sejarah terutama asal usul kita, yakni kampung halaman. Saya juga selalu hormat kepada kedua orangtua dan saudara-saudara kita. Satu lagi, saya tetap menjalin komunikasi yang baik terhadap 4 anak, menantu dan 4 cucu, kesayangan,”katanya.

Dansui Maruli mempersunting Betty Br Simanjuntak. Mereka dikaruniai 4 putra. Anak sulung, Kapten Inf Jimson Andre Siahaan. Kini bergabung di Kostrad.

Anak kedua, Kapten (Pnb) Deddy Surya Putra Siahaan, kini di Lemdik Taruna AAU Jogjakarta. Putra ketiganya, Iptu Tri Boy Alvin Siahaan, kini di Korea Selatan, kuliah S2.

Sementara putra bungsunya, Letda Tutar Ferry Christianto Siahaan, sedang menjalani pendidikan di Yon Taipur selama 7 bulan. (Wiko Sapta/dae)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top