Nias

Ibu Pembunuh Anak Kandung Meninggal Dunia di RSUD Gunungsitoli

Matabangsa.Com-Gunungsitoli : Hanya berselang empat hari pasca terjadinya pembunuhan sadis yang menewaskan tiga orang Balita yang dilakukan oleh Ibu kandung di Kabupaten Nias Utara, Kecamatan Namohalu Esiwa, Desa Banua Sibohou. Pelaku Marlina Tafona’o (MT) Als Ina Fina yang sudah menjadi tahanan Polres Nias, meninggal di RSUD Gunungsitoli Karena Sakit. Minggu 13 Desember 2020 ( sesuai press release Humas Polres Nias)

Tersangka (MT) sebelumnya di tahan di RTP Polres Nias sehubungan dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 386 / XII / 2020 / NS, tgl 10 Desember 2020, an. Pelapor Nofedi Lahagu alias bapak Fina yang juga suami dari pelaku dalam perkara dugaan Tindak Pidana ” Dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau penganiayaan terhadap anak dibawah umur “, sebagai mana dimaksud dalam Pasal 80 ayat 4 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Tersangka ditangkap dengan Surat Perintah Penangkalan Nomor : Sp. Kap / 96 / XII / Res.1.7./ 2020 / Reskrim, tanggal 09 Des 2020 dan ditahan dengan Surat Perintah Penahanan Nomor : Sp. Han / 87 / XII / Res. 1.7./ 2020 / Reskrim, tanggal 10 Des 2020.

Baca Juga :   Terpapar Covid-19 Satu Warga Kota Gunungsitoli Meninggal Dunia

ibu kandungSebelumnya untuk diketahui oleh Polres Nias Pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2020, sekira pukul 00.30 Wib setelah diamankan Oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Nias dari TKP di Dusun II Desa Banua Sibohou Kec. Namohalu Esiwa Kab. Nias Utara, Tersangka (MT) dibawa di RSUD Gunungsitoli untuk dirawat atas luka pada bagian leher yang dilakukannya sendiri (niat bunuh diri), setelah mendapatkan Perawatan Medis kemudian dibawa ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Nias guna dimintai keterangan.

Pada hari Jumat tanggal 11 Desember 2020, sekira pkl 21.00 Wib, Tersangka (MT) di bawa ke RSU Bethesda Gunungsitoli karena mengeluh rasa sakit di perut (rawat jalan).

Pada hari Sabtu tanggal 12 Desember 2020, sekira pkl 16.00 Wib, Tersangka (MT) kembali di bawa untuk berobat di RSUD Gunungsitoli karena mengalami muntah dan mengeluh rasa sakit di perut (rawat jalan).

Pada hari Minggu tanggal 13 Desember 2020, sekira pkl 00.30 Wib, Tersangka (MT) dibawa kembali ke RSUD Gunungsitoli karena mengeluh sakit di perut dan muntah-muntah dan disarankan oleh Dokter jaga untuk opname, kemudian Tersangka (MT) menjalani perawatan dan Opname di RSUD Gunungsitoli.

Baca Juga :   Mantan Pelatih Inter Milan, Luigi Simoni, Meninggal Dunia

Pada hari Minggu tanggal 13 Desember 2020, sekira pkl 06.10 Wib, Tersangka (MT) dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli. (T Harefa)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top