Medan

Nico Rajagukguk: Apartemen The Reiz Condo Dikelola Artotel Curated

Reiz

Matabangsa.com-Medan: Adanya pemberitaan yang terbit di media terkait komentar anggota Komisi IV DPRD Kota Medan yang menyebutkan Apartemen The Reiz Condo telah berubah fungsi menjadi hotel, disangkal oleh Legal Officer (LO) The Reiz Condo, Nico Rajagukguk, SH.

Sebab, menurut Niko sejak awal berdiri, Apartemen The Reiz Condo mengurus izin untuk pendirian apartemen dan bukan untuk hotel atau lainnya. Sehingga, menurutnya, tidak ada yang perlu dirubah atau di urus kembali terkait dokumen perizinannya.

Di jelaskan Niko, ada perbedaan persepsi atau perbedaan pengertian terjadi yaitu adanya anggapan service apartemen itu adalah hotel.

“Ini untuk meluruskan di luar sana, bahwa The Reiz Condo bukan lah Hotel. Intinya di situ. Pada rapat dengar pendapat (RDP) yang Saya hadiri dua kali dan bertemu dengan  teman-teman di DPRD Kota Medan, saya jelaskan, di sini tidak ada hotel.”

“Kita pastikan tidak ada hotel, tetapi apartemen service. Apartemen Service itu apa?, hunian yang kita beri service baik itu dari room yang lebih dari satu (1), ruang dapur lengkap, ada ruang makan dan ruang bermain, berbeda jauh dengan hotel yang hanya menyediakan kamar dan makanan,” jelas Nico, kepada awak media, Selasa (19/1/2021) di Jalan Temabakau Deli No. 1 Kecamatan Medan Barat.

Baca Juga :   Saat RDP dengan Badan Aset, Komisi III DPRD Medan “Kecolongan”

Selaku bagian dari anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sambungnya, pastilah mentaati semua aturan. Karena The Reiz Condo adalah salah satu bangunan yang taat mengikuti aturan untuk mendirikan bangunan.

“Kembali saya jelaskan bahwa Reiz Condo tidak ada hotel, tulisan Artotel bukan hotel, itu adalah operator yang kita tunjuk yakni pihak ketiga untuk mengoperasikan unit kami. Untuk beberapa room kami yang belum laku terjual. Itu tidak ada masalah sepanjang kami memiliki izin dari instansi terkait,” terangnya.

Diterangkan lagi, bahwa Apartemen The Reiz Condo memiliki 625 kamar, dan telah terjual sebanyak 313 room.

“Ada tahap awal kita melakukan promosi, banyak konsumen beranggapan bahwa Reiz Condo mengatakan hotel, namun kita tetap menjelaskan dengan memberikan penjelasan bahwa kita bukan hotel, dan tidak banyak yang mengetahui bahwa Apartemen ini untuk di sewa-sewakan,” ucap putra kelahiran kota Siantar ini.

Untuk itu, kembali Nico Rajagukguk memastikan bahwa The Reiz Condo bukan hotel. “Service Apartemen bukan berarti hotel.” Dirinya juga senang melakukan klarifikasi terhadap awak media agar dapat diluruskan kepada publik.

Baca Juga :   DPRD Medan Antonius Tumanggor Minta Dispar Tertibkan Panti Pijat Menjamur & Resahkan Warga

Mendapat Sertifikat Laik Fungsi

Niko Rajagukguk yang pada kesempatan itu didampingi C Fransiska mengaku jika Apartemen The Reiz Condo telah memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang tidak semua pembangunan mendapatkannya. Itu artinya, bahwa sebelum pembangunan, seluruh perizinan terkait pembanguan baik AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan), DAMKAR (pemadam kebakaran) dan lainnya sudah memenuhi syarat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti diberitakan, Komisi IV DPRD Kota Medan, melakukan kunjungan kerja ke Apartemen The Reiz Condo yang terletak di Jalan Tembakau Deli No.1 Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat. Dimana, pada saat kunker dewan tersebut, anggota komisi IV DPRD Kota Medan menyebut di media bahwa apartemen The Reiz Condo telah menyalahi peruntukan. Dan meminta agar Pemko Medan mengevaluasi kembali perizinan Apartemen The Reiz Condo agar tidak terjadi kebocoran PAD bagi pemko Medan ke depan.

Seperti di beritakan, Komisi IV DPRD Kota Medan, melakukan kunjungan kerja ke Apartemen The Reiz Condo yang terletak di Jalan Tembakau Deli No.1 Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat.

Baca Juga :   DPRD Medan Minta Pemko Ambil Alih Persoalan Pasar Marelan

Dimana, pada saat kunker dewan tersebut, anggota komisi IV DPRD Kota Medan menyebut pada media bahwa apartemen The Reiz Condo telah menyalahi peruntukan dengan berubah fungsi sebagai hotel. Dan hal ini juga telah di RDP kan di Komisi IV DPRD Kota Medan. Meskipun pihak apartemen The Reiz Condo sudah mengklarifikasikan tuduhan tersebut, namun lagi-lagi komisi IV DPRD Kota Medan tetap mengatakan bahwa peruntukan apartemen tersebut telah beralih fungsi.

Selanjutnya, anggota DPRD Kota Medan ini pun meminta agar Pemko Medan mengevaluasi kembali perizinan Apartemen The Reiz Condo agar tidak terjadi kebocoran PAD bagi pemko Medan ke depan.(irwan/dave)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top