matabangsa.com – Dairi : Sebanyak 21 calon jemaah haji Kabupaten Dairi bersemangat mengikuti simulasi manasik haji di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Selasa (22/4/2025). Mereka mempraktikkan langsung seluruh rangkaian ibadah haji mulai dari thawaf, sa’i, hingga lontar jumrah di fasilitas miniatur yang menyerupai kondisi sebenarnya di Tanah Suci.
Dr. H. Muhammad Sanif, S.H.I., M.Ag., Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Dairi, secara detail memandu para jemaah. “Kami ingin memastikan tidak ada yang bingung saat sudah di Makkah nanti. Mulai dari cara thawaf yang benar, doa-doa, hingga teknik melempar jumrah agar tidak membahayakan jemaah lain,” jelas Sanif sambil memperagakan gerakan thawaf di sekitar replika Kakbah.
Fasilitas TWI Sitinjo menjadi pilihan karena menyediakan simulasi lengkap. Calon jemaah berlatih mengelilingi Kakbah miniatur, berlari-lari kecil di jalur sa’i antara bukit Safa dan Marwah, hingga praktik melempar kerikil di terowongan jumrah. “Ini sangat membantu, terutama bagi kami yang sudah berusia. Jadi nanti tidak kaget saat berada di lokasi aslinya,” ujar Bengoh Malau (62), salah satu peserta.
Selain aspek ritual, simulasi juga mengajarkan kesiapan fisik. Para jemaah dilatih menghadapi cuaca ekstrem dan keramaian dengan berjalan kaki dalam waktu lama. “Di Makkah nanti bisa mencapai 40 derajat celsius. Kami siapkan mereka untuk tetap bisa beribadah dalam kondisi apapun,” tambah Sanif.
Kabupaten Dairi tahun ini memberangkatkan 21 jemaah melalui kuota reguler dan cadangan. Usai simulasi, para calon haji akan menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir sebelum berangkat ke Embarkasi Medan pada Mei mendatang. “Dengan persiapan matang ini, kami yakin mereka bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk,” pungkas Sanif.
Simulasi manasik haji menjadi agenda rutin Pemkab Dairi setiap tahun guna memastikan jemaah benar-benar siap, baik secara spiritual maupun fisik, sebelum menapakkan kaki di Tanah Suci. (lm)






