Sudah Ditemukan Sejak September 2024 Lalu, Mengapa Ladang Ganja di Bromo Baru Terungkap?

Nasional53 Dilihat

matabangsa.com – Jakarta: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dikejutkan dengan penemuan 59 titik ladang ganja di wilayahnya.

Kepala Bidang Wilayah II TNBTS, Decky Hendra, mengungkapkan bahwa luas keseluruhan ladang ganja tersebut mencapai satu hektar dengan setiap titik ladang memiliki ukuran bervariasi antara 4 hingga 16 meter persegi.

Penemuan ini tidak lepas dari penggunaan drone yang membantu mengidentifikasi lokasi ladang tersembunyi di antara semak belukar yang lebat.

“Titik ladang ganja tersebut memiliki luas yang bervariasi. Lokasi ladang ganja tersebut ditemukan dengan bantuan drone,” kata Decky pada Selasa, 18 Maret 2025.

Penemuan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kepolisian RI.

Baca Juga: GaroSero Rilis Video Kim Sae-ron Bersama Pria yang Diklaim Sebagai Kim Soo-hyun, Buntut Pengakuan Tak Pernah ke Rumah Mendiang

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa temuan ini bukan berasal dari aktivitas internal TNBTS, melainkan hasil investigasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Polisi Hutan dan Manggala Agni.

“Bahwa ladang ganja itu bukan hasil karya teman-teman Taman Nasional di sana. Tapi itu bekerja sama dengan kepolisian untuk menemukan ladangnya,” ujar Raja Juli.

Menurut Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, lokasi ladang ganja tersebut berada di luar jalur wisata Gunung Bromo dan jalur pendakian Gunung Semeru.

Letaknya berada di sisi timur kawasan TNBTS, tepatnya di Blok Pusung Duwur, Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Seduro dan Gucialit.

Baca Juga: Tepis Isu RUU TNI Hidupkan Dwifungsi ABRI, Keponakan Prabowo di Kursi DPR Ini Jamin Tak Ada Prajurit Aktif di BUMN

“Lokasi temuan tanaman ganja tidak berada di jalur Bromo maupun Semeru tapi berada di sisi timur kawasan TNBTS,” kata Rudi di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa 18 Maret 2025.

Dalam investigasi lebih lanjut, diketahui bahwa ladang ganja tersebut tersembunyi di area dengan kemiringan curam dan ditutupi oleh vegetasi yang rapat, seperti kirinyu, genggeng, dan anakan akasia.

Hal ini menyulitkan akses bagi petugas untuk menemukannya tanpa bantuan teknologi.

Jarak antara lokasi ladang ganja dengan jalur wisata Gunung Bromo dan pendakian Gunung Semeru juga cukup jauh.

Baca Juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1446 Hijriah pada 29 Maret 2025, Total Ada 33 Titik Pantauan Hilal di Seluruh Indonesia

Jalur wisata Gunung Bromo yang masuk dalam kawasan TNBTS berada di sisi barat dengan jarak sekitar 11 kilometer, sedangkan jalur pendakian Gunung Semeru berada di sisi selatan dengan jarak sekitar 13 kilometer.

Penemuan ladang ganja ini pertama kali terdeteksi pada September 2024 dalam penyelidikan Polri yang menangkap tersangka pemilik ladang.

Setelah itu, pihak TNBTS turut membantu dalam mengungkap lokasi-lokasi ladang yang sulit dijangkau.

Baca Juga: Sidang Isbat Idul Fitri Dilakukan 29 Maret 2025, Kemenag Beberkan Alasan Tak Ada Pantauan Hilal di Bali

Petugas yang diturunkan ke lapangan meliputi Polisi Hutan, Manggala Agni, serta masyarakat mitra polisi hutan.

“Ladang ganja itu biasanya ditanam di tempat-tempat yang relatif sulit untuk ditemukan, sehingga kita menurunkan petugas termasuk Kepala Balai Taman Nasional waktu itu, Polhut, Masyarakat Mitra Polhut dan juga Manggala Agni yang ada di sana, semua turun ke lapangan dibantu dengan teknologi drone,” ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *