matabangsa.com – Medan:Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas bersama penyuluh Agama Islam menggelar safari dakwah bertajuk pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Muhajirin, Jalan Bajak II H, Gang Nasional, Kelurahan Harjosari II, Kamis (13/3). Acara ini turut dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Camat Medan Amplas.
Kepala KUA Medan Amplas, M. Lukman Hakim Hsb, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat serta menyerap aspirasi terkait kondisi perekonomian umat.
Hadir pula anggota DPRD Kota Medan, H. Afif Abdillah, M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Medan.
Baca Juga: Safari Ramadan di Silomlom, Kakankemenag Asahan: Bulan Memperbaiki Diri
Menurut Lukman, gerakan dakwah ekonomi umat perlu diperkuat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Masjid, sebagai pusat kegiatan keislaman, diharapkan dapat mengelola infak dan sedekah secara produktif dengan tetap menjaga akuntabilitas dan profesionalitasnya.
“Diharapkan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) mampu berinovasi dalam pengelolaan infak, sehingga dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Camat Medan Amplas, Zulkifli Matondang, S.STP, M.AP., menekankan pentingnya kolaborasi antara KUA, MUI, dan pemerintah kecamatan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Kehadiran praktisi politik dan pelaku ekonomi, seperti H. Afif Abdillah, diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai ekonomi keumatan dari perspektif politik dan keilmuan.
“Kami ingin umat ini menjadi lebih mapan dan produktif dalam bidang ekonomi melalui peran aktif masjid,” tegas Zulkifli.
Baca Juga: KUA Medan Denai Salurkan Zakat Profesi kepada yang Mustahak
Sementara itu, H. Afif Abdillah menekankan bahwa umat Islam harus memiliki keberanian untuk bermimpi besar dalam dunia ekonomi. Menurutnya, kurangnya kepercayaan diri menjadi salah satu faktor keterlambatan umat Islam dalam bersaing di sektor bisnis.
“Jika bermimpi saja tidak berani, maka kemanusiaan kita patut dipertanyakan. Umat Islam harus berkomitmen untuk berkompetisi di bidang ekonomi. Saat ini, kondisi ekonomi umat masih tertinggal cukup jauh karena kurangnya kepercayaan diri dalam dunia bisnis,” ungkap Afif.
Ia menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat jika dikelola secara profesional dan kolektif.
Acara ini juga dihadiri oleh lurah, para kepala lingkungan, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat.






