matabangsa.com – Pematangsiantar : Sekolah negeri Islam MTs Negeri Pematangsiantar mengawali Safari Ramadhan pertama di bulan suci ini dengan mengunjungi Masjid Darul Jihad di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar. Masjid yang terletak di tengah perkebunan sawit ini dikenal dengan suasananya yang sunyi dan minim penduduk, sehingga jarang ramai oleh jamaah shalat. Lokasi ini disarankan oleh Bintang Arif Samudra, S.Pd, salah satu guru MTs Negeri Pematangsiantar. Kamis (6/3/2025)
Perjalanan menuju masjid tersebut diwarnai suasana unik dan sedikit menegangkan. Salah satu siswa bahkan nyeletuk, “Serem, Buk, jalannya. Malam Jumat,” menggambarkan sepinya perjalanan menuju masjid tersebut. Namun, sesampainya di sana, rombongan MTs Negeri Pematangsiantar disambut hangat oleh penduduk setempat. Mereka juga disiapkan jamuan buka puasa berupa makanan dan snack.
Rombongan terdiri dari 12 orang siswa, 2 guru, 1 kepala madrasah, dan 1 perwakilan komite. Kegiatan dimulai dari shalat Magrib hingga selesai shalat Tarawih dan Witir, semuanya dipimpin oleh pihak MTs Negeri Pematangsiantar. Shalat Magrib pada kegiatan Safari Ramadhan kali ini diimami oleh Bintang Arif Samudra, yang dengan suara merdunya memimpin jamaah dengan penuh khidmat. Sebelumnya, lantunan adzan dikumandangkan dengan indah oleh Khalid Azmi Noor, siswa dari kelas VII-1, yang menunjukkan kemampuannya dalam melafalkan panggilan shalat dengan suara yang syahdu dan jelas.
Memasuki waktu Isya, Divo Dirga Rurizki dari kelas IX-11 dipercaya menjadi imam untuk Shalat Isya, Tarawih, dan Witir. Dengan bacaan yang tartil dan fasih, Divo memimpin shalat dengan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana yang menenangkan dan mendalam. Setelah shalat, Divo juga memanjatkan doa dengan penuh haru, menyentuh hati seluruh jamaah yang hadir. Dalam doanya, ia tidak hanya memohon keberkahan dan keselamatan, tetapi juga menyampaikan doa khusus untuk Indonesia dan Palestina, menunjukkan kepedulian dan empatinya terhadap sesama muslim di seluruh dunia.
Baca Juga: Bupati Langkat Syah Afandin Resmikan Pabrik Kelapa Sawit PT SIS, Serap 90% Tenaga Kerja Lokal
Tausiyah disampaikan oleh Fuat Aidil Rahman Sitepu dari kelas IX-7. Dengan pembawaan yang tenang dan materi yang mendalam, Fuat menyampaikan tema “Lima Perkara yang Menghilangkan Pahala Puasa”. Penyampaiannya yang jelas dan terstruktur membuat jamaah dengan antusias menyimak dan mengambil hikmah dari ceramah tersebut. Melengkapi rangkaian ibadah, Noval Dwi Ilham Nasution dari kelas IX-5 bertugas sebagai bilal, dengan suara yang lantang dan penuh semangat, memandu jalannya shalat Tarawih dan Witir.
Kepala MTs Negeri Pematangsiantar, Nurhayati, S.Pd.I., M.Pd., mengaku terharu dan bangga melihat potensi luar biasa para siswa. “Saya terkejut dan menangis haru melihat siswa-siswi MTs Negeri Pematangsiantar yang keren ini. Mereka bahkan siap ditunjuk tanpa latihan terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut beliau melalui program Safari Ramadhan ini, potensi siswa dalam public speaking dapat digali dan dikembangkan dengan baik. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil di depan umum, menyampaikan materi keagamaan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Dengan begitu, mereka tidak hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga belajar menyusun kalimat yang baik, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan membangun rasa percaya diri.
Baca Juga: Antisipasi MinyaKita Oplosan, Komisi II DPRD Medan Minta Pemko Segera Lakukan Pemeriksaan di Pasar
Selain itu, program ini juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa, seperti mengasah sikap tanggung jawab, disiplin, serta mempererat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini semakin meriah dengan antusiasme para siswa yang tak henti-hentinya mengungkapkan kekaguman mereka. “Seru, keren!” adalah kata-kata yang terus terdengar dari para siswa.
Sebagai penutup kegiatan, MTs Negeri Pematangsiantar memberikan infaq kepada Masjid Darul Jihad yang diwakili oleh perwakilan komite madrasah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan ajang pembinaan karakter bagi para siswa, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Salah satu penduduk setempat bahkan berharap agar MTs Negeri Pematangsiantar dapat kembali berkunjung ke masjid ini untuk meramaikan kembali suasana masjid yang selama ini sepi. Nurhayati pun menyatakan bahwa Safari Ramadhan ini akan diadakan setiap 2-3 hari sekali ke mesjid-mesjid yang berbeda.(***)






