Hong Kong terus memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan teknologi global melalui berbagai kebijakan strategis dalam Anggaran 2025-26. Sekretaris Keuangan Hong Kong SAR, Paul Chan, menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) menjadi inti dari rencana pengembangan teknologi di wilayah tersebut.
Dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif di bawah prinsip “satu negara, dua sistem,” Hong Kong bertujuan menjadi pusat pertukaran dan kerja sama internasional dalam industri AI.
Baca Juga: Ini Aturan Baru Bea Cukai, Fasilitas Pembebasan Bea Masuk untuk Hadiah Perlombaan Internasional
“Melalui penelitian terdepan dan penerapan di dunia nyata, kami akan berupaya menjadikan AI sebagai industri inti serta mendukung transformasi dan peningkatan industri tradisional,” ujar Paul Chan.
Dukungan Keuangan untuk Riset Inovatif
Dalam upaya mendorong penelitian inovatif, Hong Kong telah mendirikan Pusat Robotika dan Energi Antariksa di bawah InnoHK Research Clusters. Pusat ini bertujuan mengembangkan robot operasi permukaan bulan yang multi-fungsi, yang akan berkontribusi pada misi Chang’E-8 milik Tiongkok.
Selain itu, pemerintah juga memulai persiapan pembentukan klaster penelitian InnoHK ketiga yang akan berfokus pada manufaktur canggih, material, energi, serta pembangunan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan teknologi di berbagai sektor industri.
Hong Kong sebagai Pusat AI Global
Baca Juga: Rengkuh Masa Depan, Kuasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Untuk memperkuat perannya sebagai pusat pertukaran dan kerja sama internasional dalam bidang AI, Hong Kong akan menjadi tuan rumah beberapa acara teknologi berskala global. Salah satu acara utama adalah Konferensi Internasional tentang Robot AI Berinkarnasi yang akan diselenggarakan oleh Hong Kong Investment Corporation (HKIC). Acara ini akan mempertemukan perusahaan teknologi terkemuka, institusi akademik, dan investor untuk memamerkan hasil penelitian terbaru serta aplikasi AI di berbagai bidang.
Selain itu, HKIC juga akan menyelenggarakan Forum Ilmuwan Muda Internasional tentang Kecerdasan Buatan. Forum ini bertujuan untuk menarik para talenta terbaik guna mengkaji pengembangan dan penerapan teknologi AI serta mendukung pertumbuhan industri ini di masa depan.
Inisiatif Lain untuk Mendorong Inovasi
Dalam bidang ekonomi penerbangan rendah, pemerintah Hong Kong telah membentuk Kelompok Kerja Antar-departemen untuk mengembangkan ekonomi penerbangan rendah. Kelompok ini tengah meninjau aplikasi proyek percontohan Regulatory Sandbox pertama guna memperluas cakupan aktivitas penerbangan rendah di wilayah tersebut. Selain itu, pemerintah sedang meninjau undang-undang penerbangan sipil untuk memperkuat regulasi demi mendukung perkembangan jangka panjang sektor ini.
Baca Juga: Tol Air di Sleman, Ini Nyata, Lebih Tinggi dari Jalan dan Sawah
Sejalan dengan tren global dalam pengembangan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO), pemerintah juga tengah merancang prosedur perizinan yang lebih efisien untuk pengoperasian satelit jenis ini. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri antariksa dan meningkatkan daya saing Hong Kong dalam sektor teknologi luar angkasa.
Investasi Besar untuk Riset AI
Sebagai bagian dari upaya mendorong riset dan pengembangan AI, Sekretaris Keuangan mengalokasikan dana sebesar HK$1 miliar untuk mendirikan Institut Penelitian dan Pengembangan AI Hong Kong. Lembaga ini akan menjadi pusat inovasi yang mendukung penelitian dan penerapan industri AI di Hong Kong.
Dalam hal pendanaan bagi perusahaan teknologi, Hong Kong Exchanges and Clearing Limited sedang menyiapkan saluran khusus “Technology Enterprises Channel” (TECH). Saluran ini dirancang untuk memfasilitasi perusahaan teknologi yang ingin mengajukan aplikasi pencatatan saham di bursa Hong Kong, sehingga mempercepat akses mereka ke pasar modal.
Baca Juga: Ternyata Jarak Lurus Masjid Istiqlal ke Masjidil Haram 7.919 Km, Perjalanan Udara Sekitar 9 Jam
Dukungan untuk Manufaktur Cerdas
Untuk mempercepat transformasi industri manufaktur, Sekretaris Keuangan Hong Kong mengalokasikan HK$100 juta atau Rp213.169.. untuk meluncurkan Skema Dukungan Upgrade Lini Produksi dan Manufaktur Cerdas (Manufacturing+). Program dua tahun ini akan menyediakan pendanaan hingga HK$250. atau Rp532.922. (kurs sekarang) per perusahaan dalam skema pembiayaan 1:2, guna membantu bisnis di Hong Kong menerapkan strategi produksi cerdas dan mengadopsi teknologi canggih dalam operasional mereka.
Dengan serangkaian kebijakan inovatif ini, Hong Kong semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat global dalam pengembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Langkah-langkah strategis yang diambil diharapkan dapat memberikan dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi di masa depan.(***)




