Cyberport, bekerja sama dengan World Digital Technology Academy (WDTA) dan International Academicians Science & Technology Innovation Centre (IASTIC), menyelenggarakan Forum “AI Safety, Trust, and Responsibility (AI STR)”. Forum ini menghimpun para pakar internasional dan lokal untuk membahas strategi dalam menyeimbangkan inovasi dengan tata kelola keamanan.
Forum ini menampilkan pidato utama dari para pembicara terkemuka, termasuk Prof Sun Dong, Sekretaris Inovasi, Teknologi, dan Industri; Prof Yale Li, Ketua Eksekutif WDTA; Prof C.C. Chan, Pendiri IASTIC; Simon Chan, Ketua Cyberport; dan Dr Rocky Cheng, CEO Cyberport. Masing-masing pembicara berbagi wawasan mereka tentang perkembangan AI dan dampaknya terhadap masyarakat.
Prof Sun Dong menekankan komitmen Hong Kong dalam mendorong inovasi AI dalam kerangka yang aman dan bertanggung jawab. “Untuk menyediakan lingkungan yang paling kondusif bagi pengembangan AI, Cyberport sebagai pusat teknologi digital Hong Kong telah mendirikan AI Supercomputing Centre tahun lalu, yang akan menyediakan daya komputasi berkinerja tinggi sebesar 3. petaFLOPS untuk mendukung proyek R&D AI yang berdampak besar,” ujarnya. Ia juga menyoroti pengumuman terbaru dari Menteri Keuangan terkait pendirian Hong Kong AI R&D Institute, yang bertujuan untuk memimpin pengembangan AI dan aplikasi industri serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Kami menyadari bahwa ada isu-isu keamanan, tanggung jawab, dan kepercayaan yang dihadapi oleh para penjelajah dan pengguna AI. Kita hanya dapat memanfaatkan seluruh potensi AI dengan mengatasi isu-isu ini secara proaktif,” tambah Prof Sun Dong, menegaskan pentingnya penerapan AI yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Kakundam XII/Tpr: TNI Harus Hadir untuk Masyarakat, Peduli Sosial dan Pemahaman Hukum
Simon Chan, Ketua Cyberport, menyoroti upaya organisasi dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan. “Kami senang dapat menghimpun pakar industri dan pemimpin dari seluruh dunia di Cyberport untuk mengeksplorasi pembentukan ekosistem AI yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Hal ini akan memastikan perkembangan teknologi transformasional ini tetap terkendali, seimbang, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Chan juga menjelaskan berbagai inisiatif Cyberport, termasuk AI Supercomputing Centre, yang saat ini merupakan yang terbesar di Hong Kong, serta AI Lab yang menghubungkan mitra ekosistem AI lokal dan talenta untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan. “Sebagai pusat teknologi digital dan akselerator AI di Hong Kong, Cyberport telah mencapai berbagai pencapaian dalam membangun ekosistem AI yang berkembang pesat selama setahun terakhir. Kami berharap dapat terus berkolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem AI Hong Kong dan mendorong AI untuk kebaikan,” tambahnya.
Forum AI STR menjadi platform bagi diskusi mendalam mengenai tata kelola AI, pertimbangan etika, dan inovasi yang bertanggung jawab. Para peserta terlibat dalam diskusi panel dan sesi jejaring untuk bertukar ide tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan dengan aman dan efektif demi kepentingan masyarakat.
Dengan Hong Kong yang semakin memantapkan dirinya sebagai pusat AI terkemuka, forum ini menegaskan kembali peran Cyberport dalam memimpin pengembangan AI dengan memastikan keamanan, kepercayaan, dan tanggung jawab tetap menjadi inti dari kemajuan teknologi.(***)



