Kosta Rika dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa. Pada 1997, eksperimen unik dilakukan di kawasan konservasi Guanacaste dengan membuang ribuan ton kulit jeruk.
Truk besar membawa limbah kulit jeruk ke area konservasi. Ide ini berasal dari dua ilmuwan ekologi, Daniel Jansen dan rekannya, yang ingin meningkatkan ekosistem hutan hujan.
Pada 1995, Del Oro menemukan peluang menggunakan limbah kulit jeruk untuk memulihkan tanah terdegradasi. Mereka mencapai kesepakatan untuk membuang limbah tersebut dengan syarat tertentu.
Lebih dari 12. ton limbah dibuang. Awalnya, proyek ini kontroversial dan mendapat tentangan dari pesaing dan media lokal, hingga akhirnya dihentikan oleh Mahkamah Agung Kosta Rika.
Baca Juga: Babinsa Koramil 07/Salak Sertu Ramson Sitohang Bantu Petani Panen dan Jemur Gabah di Pakpak Bharat
Pada 2013, peneliti kembali ke lokasi dan menemukan perubahan luar biasa pada ekosistem.
Peneliti dari Universitas Princeton kembali ke lokasi pada 2013 dan terkejut menemukan area yang sebelumnya gersang kini menjadi hutan hujan subur.
Penelitian menunjukkan peningkatan biomassa sebesar 176% dan keanekaragaman hayati yang meningkat drastis. Kulit jeruk yang membusuk menciptakan lapisan tanah yang kaya nutrisi.
Limbah kulit jeruk memperbaiki kualitas tanah dengan menyediakan nutrisi penting. Faktor lingkungan juga berperan besar dalam keberhasilan eksperimen ini.
Baca Juga: Bhayangkari PD Jawa Timur Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Program P2L di Kota Wisata Batu
Eksperimen ini memberikan wawasan baru tentang penggunaan limbah organik untuk memulihkan ekosistem yang rusak. Konsep ini membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa datang dari sumber tak terduga.(***)



