Wali Kota Medan Bobby Nasution Resmikan Gedung Warenhuis Pasca Restorasi, Hadirkan Nuansa Medan Tempo Doeloe

Medan21 Dilihat

matabangsa.com – Medan: Wali Kota Medan Bobby Nasution menghadirkan nuansa Medan Tempo Doeloe melalui event Warenhuis Fest 2025 khusus untuk seniman dan budayawan serta pelaku usaha UMKM (Usaha menengah kecil dan mikro).

Acara ini sekaligus menjadi momen peresmian Gedung Warenhuis Jalan Hindu Kesawan Medan Barat pasca restorasi, yang dulunya merupakan supermarket pertama di Kota Medan dan dibangun kolonial Belanda tahun 1916, pada Minggu (16/2) malam.

Peresmian gedung bersejarah tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Bobby Nasution. Acara ini turut disaksikan unsur Forkopimda Kota Medan, Pj Sekda Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting, para pimpinan perangkat daerah, camat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution menegaskan bahwa Gedung Warenhuis memiliki nilai sejarah yang tinggi. Selain sebagai supermarket pertama di Medan, gedung ini juga pernah difungsikan sebagai kantor pemerintahan lebih dari seratus tahun lalu.

Baca Juga: Warga Peduli Sekitar (Wapesek) Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj di Pelataran Taman Hutan Kanal Jalan Eka Sama

“Akhirnya di tahun 2025 ini, Gedung Warenhuis bisa kembali digunakan dengan mempertahankan konsep dan arsitektur aslinya. Namun, secara fungsi, kami harapkan gedung ini bisa bermanfaat bagi para pelaku seni, budaya, dan UMKM,” ujar Bobby Nasution.

Bobby juga menekankan bahwa revitalisasi Warenhuis bukan hanya tentang pemugaran fisik, tetapi juga tentang bagaimana gedung ini dapat menjadi wadah bagi kegiatan seni dan budaya yang mampu mengharumkan nama Kota Medan di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita ingin para pelaku seni yang berkarya di sini bisa menghasilkan karya yang tidak hanya membanggakan Medan dan Sumut, tetapi juga diakui dunia internasional,” tambahnya.

Selain itu, Bobby meminta para pelaku UMKM yang ingin berjualan di Warenhuis agar mendaftarkan usaha mereka melalui sistem barcode yang telah disediakan.

Baca Juga: Babinsa Tanjung Rejo Serka Rokim Takziah ke Rumah Duka Jalan Kesatria, Wujud Kepedulian Terhadap Warga Binaan

“Tidak semua bisa masuk ke sini. Harus terdaftar dan terkurasi. Bukan hanya yang sudah besar, tapi juga mereka yang ingin berkembang. Komposisinya harus seimbang agar fungsi Warenhuis untuk seni, budaya, dan UMKM bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Bobby Nasution berpesan kepada seluruh pihak, terutama Forkopimda Kota Medan, untuk bersama-sama menjaga Gedung Warenhuis agar tetap menjadi aset berharga bagi kota.

“Ini adalah aset Pemko Medan. Mari kita jaga bersama agar gedung ini bisa memberikan manfaat dan dampak baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Medan, Alexander Sinulingga, mengungkapkan bahwa Warenhuis dibangun dengan gaya arsitektur Eropa pada tahun 1916 dan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya di Kota Medan.

Baca Juga: Babinsa Koramil 0201-02/MT Koptu Joko Handoyo Safari Subuh Berjamaah di Masjid Al Falah Jalan Al Falah

“Malam ini kita dapat menyaksikan kembali pesona Gedung Warenhuis setelah direvitalisasi. Ini membuktikan bahwa Pemko Medan berkomitmen dalam melestarikan bangunan bersejarah dan cagar budaya,” ungkap Alexander.

Peresmian Gedung Warenhuis semakin meriah dengan kehadiran berbagai produk UMKM, pameran barang antik, serta peragaan busana dari para desainer ternama. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan sejarah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif di Kota Medan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *