matabangsa.com – Medan: Setelah menerima informasi dari jaring teritorial dan laporan dari Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Koptu Sudiatman, Babinsa Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, menyempatkan waktunya untuk menyambangi Kepling dan warga setelah sehari-harinya menjalankan tugas sebagai piket Koramil 06/MS, Kodim 0201/Medan. Kunjungan ini dilakukan demi menjaga kepercayaan mitra di wilayah binaannya, Kamis 11 Juli 2024.
Langkah ini diambil Koptu Sudiatman menyusul laporan dari warga dan Kepling mengenai perselisihan antar keluarga yang berpotensi menimbulkan keributan dan masalah lebih besar. Konflik tersebut, jika tidak segera ditangani, dapat merusak lingkungan yang selama ini kondusif.
Dalam menanggapi keluhan warga dan laporan Kepling, Babinsa berkoordinasi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat untuk meredakan ketegangan dan menciptakan suasana aman. Langkah mediasi juga disiapkan sebagai upaya mendamaikan pihak yang berselisih jika diperlukan.
“Kepedulian Babinsa terhadap masyarakat harus selalu terpelihara,” ujar Ibu Sabrina, seorang tokoh lingkungan. “Untuk Bapak cepat datang, kalau tidak mungkin suasana bisa berbeda dan ada perkelahian antar saudara,” tambahnya, merujuk pada potensi konflik yang lebih besar jika tidak segera ditangani.
Permasalahan yang terjadi melibatkan salah satu keluarga, yaitu Bapak Wanda dan Ibu Miranda, mengenai perebutan hak dan aset yang dimiliki mereka. Dengan kehadiran Babinsa, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik melalui cara damai antar keluarga.
Kehadiran Koptu Sudiatman disambut baik oleh warga sekitar. Mereka merasa terbantu dengan solusi yang ditawarkan, sehingga tidak perlu ada konflik yang berkepanjangan dan merugikan banyak pihak. Hal ini menegaskan pentingnya peran Babinsa dalam menjaga ketertiban dan kedamaian di lingkungan masyarakat.
Menurut Koptu Sudiatman, mendengar dan menanggapi keluhan warga merupakan salah satu tugas utama Babinsa. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap permasalahan di wilayah binaannya dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
“Selaku Babinsa, sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu dekat dengan masyarakat. Kehadiran kami di tengah-tengah mereka diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membantu mengatasi kesulitan yang ada,” jelasnya.
Langkah mediasi yang dilakukan oleh Babinsa tidak hanya berhasil meredakan ketegangan, tetapi juga mempererat hubungan antar keluarga yang berselisih. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan dialogis dan humanis dalam menyelesaikan konflik lebih efektif daripada konfrontasi.
Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan damai antara keluarga Bapak Wanda dan Ibu Miranda. Semua pihak berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan masyarakat Kelurahan Sei Sikambing B dapat hidup dalam suasana yang harmonis dan saling mendukung.(das)






